Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Kapal Ikan Berbendera Indonesia Tenggelam di Perairan Perbatasan Singapura, 30 Kru Selamat

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 20 Mei 2025 17:28 WIB
Proses evakuasi kru kapal KM Pasific Memory II GT. 95 Bendera Indonesia yang tenggelam di perairan perbatasan Singpura. (Istimewa)
Proses evakuasi kru kapal KM Pasific Memory II GT. 95 Bendera Indonesia yang tenggelam di perairan perbatasan Singpura. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Sebanyak 30 kru KM Pasific Memory II GT. 95 Bendera Indonesia atau Kapal Penangkap Ikan, yang ditabrak oleh tangker di perairan depan Singapura, berhasil diselamatkan.

Kepala Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (PPLP) Tanjunguban, Sugeng Riyono menyampaikan kapal ikan kosong, berlayar dari Tanjungbalai Karimun tujuan Natuna dan ditabrak kapal tanker. Kapal sempat oleng hingga tenggelam di perairan perbatasan Singapura, sekitar 03.00 Wib dinihari. Selanjutnya, mendapat bantuan dari kapal MV Andros Spirit.

"Kapal Pasific Memory II tertabrak dari belakang oleh kapal yang nama dan identitasnya tidak dapat dikenali, tapi kapal jenis tanker. Kemudiankapal oleng, hingga kemasukan air, kehilangan keseimbangan dan terbalik," katanya.

Selanjutnya seluruh kru berkumpul dalam rangka menyelamatkan diri dengan menaiki lambung kapal yang masih terapung di permukaan. Pukul 06.30 WIB para korban dievakuasi oleh MV. Andro Spirit GT.45335 Bendera Liberia yang sedang melintas di perairan tersebut.

Sekitar pukul 09.00 WIB seluruh korban berhasil dievakuasi oleh MV. Andro Spirit. Pukul 12.00 WIB KN. Rantos - P.210 dan KN. Tanjung Datu tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban

"Kemudian para korban dibawa ke Pangkalan PLP Kelas II Tg. Uban untuk proses lebih lanjut. 16 Orang dievakuasi di KN. Rantos dan 14 Orang dievakuasi ke KN. Tg. Datu. Sebanyak 30 orang korban secara keseluruhan selamat," tambahnya.

Salah satu kru kapal, Rahmat Nuzul setiba di dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban, menyampaikan dia bersama rekannya sempat terombamg-ambing di laut sekitar 4 jam, sebelum mendapatkan pertolongan.

"Tiba-tiba kapal kami tertabrak, sebagian dalam kondisi tidur. Beruntung semua kru kapal masih sempat memyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam," katanya.

Saat tiba di Dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban, para korban langsung dilakukan cek kesehatan. Selanjutkan akan dilakukan serah terima dengan owner kapal.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir, Sahbandar Tanjunguban, Basarnas, TNI AL, kepolisian dan unsur terkait lainnya.

Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan