Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Kapolres Tegaskan Tak Ada Tempat dan Ruang bagi Premanisme di Kepulauan Anambas

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Sabtu, 10 Mei 2025 11:44 WIB
Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat. (Foto: Istimewa)
Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Polres Kepulauan Anambas memastikan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pelaksanaan Operasi Pekat Seligi 2025.

Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, menegaskan tidak ada ruang bagi aksi premanisme di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas selama operasi berlangsung, Jumat (9/5/2025).

Dalam pernyataannya, Kapolres menekankan Polri hadir untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta siap bertindak tegas terhadap segala bentuk tindakan yang meresahkan.

"Jangan ragu dan takut dalam bertindak selama kita berada dalam koridor hukum. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme," tegas AKBP Raden Ricky kepada jajaran personel Polres Anambas.

Ia menambahkan istilah premanisme tidak hanya merujuk pada kriminalitas jalanan, tetapi juga mencakup intimidasi, pemerasan, kekerasan, serta berbagai bentuk ancaman lain yang berpotensi mengganggu ketertiban sosial dan iklim investasi.

"Premanisme bisa datang dari individu, kelompok, bahkan organisasi kemasyarakatan yang bertindak anarkis. Kita harus waspada dan tidak lengah," ujarnya.

Operasi Pekat Seligi 2025 digelar selama 14 hari, mulai dari 1 hingga 14 Mei 2025. Operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif untuk mencegah segala bentuk penyakit masyarakat, khususnya aksi premanisme.

Kapolres menjelaskan sasaran operasi meliputi kawasan publik seperti pasar, area parkir, proyek pembangunan, pelabuhan, tambang, serta penertiban kepemilikan senjata tajam. "Kami akan melakukan penyisiran di berbagai titik rawan dan memastikan setiap tindakan kriminal ditindak secara profesional dan proporsional," jelasnya.

Kepada seluruh personel yang terlibat dalam satuan tugas operasi, Kapolres menegaskan pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap prosedur tetap (SOP), serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas, terutama bagi personel yang memegang senjata api.

"Saya minta setiap Satgas bekerja maksimal, hindari pelanggaran, dan laporkan setiap perkembangan secara berjenjang," imbuhnya.

Kapolres menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Operasi Pekat merupakan bentuk konkret kehadiran negara dalam menjaga ketertiban masyarakat.

"Operasi ini adalah bukti komitmen Polri dalam menciptakan wilayah yang aman, tertib, dan bebas dari segala bentuk premanisme. Tidak ada tempat bagi premanisme di Kabupaten Kepulauan Anambas," tandasnya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.