Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Kasus Baru Covid-19 Muncul Lagi di Lingga, Setelah Sepekan Nihil

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Minggu, 10 April 2022 18:06 WIB
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri Eko Sumbaryadi (Foto: Dok BATAMTODAY.COM)
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri Eko Sumbaryadi (Foto: Dok BATAMTODAY.COM)

BATAMTODAY.COM, Lingga - Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat satu kasus baru muncul di Kabupaten Lingga. Padahal, daerah tersebut nihil kasus aktif selama sepekan.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri Eko Sumbaryadi, mengatakan, Lingga masih Zona Kuning atau risiko penularan rendah.

"Mudah-mudahan pasien tersebut segera sembuh," kata Penjabat Sekda Kepri itu, Sabtu (9/4/2022).

Sementara itu, kasus aktif di Kabupaten Kepulauan Anambas tinggal lima orang, terendah kedua di Kepri. Anambas juga ditetapkan sebagai Zona Kuning. Sedangkan kasus aktif di Kabupaten Natuna sebanyak 13 orang, terendah ketiga.

Namun Natuna masih Zona Oranye atau risiko penularan sedang. Kasus aktif di Batam tinggal 17 orang, drastis berkurang dibanding Januari-pertengahan Maret 2022, yang mencapai lebih dari 1.500 orang.

Saat ini, Batam ditetapkan sebagai Zona Kuning atau risiko penularan rendah.

Di Batam terdapat satu pasien Covid-19 yang meninggal dunia. "Kasus baru pasien meninggal dunia akibat Covid-19 terjadi di Batam," katanya.

Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Karimun sebanyak 22 orang dan Kabupaten Bintan 30 orang. Kedua daerah lebih dari sebulan masih sebagai Zona Kuning.

"Kota Tanjungpinang menempati urutan terbanyak kasus aktif Covid-19. Saat ini jumlah kasus aktif di Tanjungpinang tinggal 60 orang," katanya.

Satgas mengimbau masyarakat Kepri untuk tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebab, mobilitas penduduk semakin tinggi, dan pemerintah membuka akses wisman ke Kepri.

"Kami minta masyarakat untuk tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan, tidak malah kendor di saat kasus aktif turun drastis," ujar Eko Sumbaryadi.

Editor: Surya

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan