Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Kelapa Lebih Pro Petani Ketimbang Kelapa Sawit
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Kamis, 22 November 2018 13:40 WIB
BATAMTODAY.COM, Dabosingkep - Kopek (Koalisi pemerintah kabupaten penghasil kelapa) menyampaikan bahwa pertanian di sektor kelapa lebih pro petani ketimbang kelapa sawit yang kini sangat menjadi perhatian pemerintah pusat.
Untuk itu Kopek dalam Pesan Lingga menyampaikan agar pemerintah juga memperhatikan sektor pertanian kelapa, tidak saja kelapa sawit.
"Padahal kelapa sawit itu 70 persen milik pengusaha, dan kalau kelapa ini hampir 98 persen adalah milik petani," Kata ketua KOPEK yang juga Bupati Gorontalo Nelson Pomalindo, dihadapan kepala staf Presiden Moeldoko.
Selain itu ada beberapa pesan lainnya juga yang disampaikan, diantaranya Kopek meminta pemerintah untuk mendorong tata niaga harga kelapa ini agar lebih baik lagi kedepannya, karena hampir dua tahun belakangan harga kelapa menurutnya selalu berada dibawah. Padahal Indonesia merupakan penghasil kelapa terbesar sedkitnya 3,6 juta pertahun dengan 7 juta orang petani pemilik usaha kelapa dan hampir 50 juta orang yang terkait dengan kelapa.
Kemudian pesan Lingga tersebut juga mendorong adanya revitalisasi 3,6 juta pohon kelapa tersebut, untuk ditingkatkan lagi menjadi 5 juta mengingat jumlah 3,6 juta tersebut sudah banyak yang tua dan ditebang karena pembangunan pemukiman baru.
Pemerintah pusat juga diminta untuk membentuk suatu lembaga yang menangani secara komperenhensif kelapa di Indonesia, yang disebut sebagai otoritas kelembagaan kelapa Indonesia. Seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah, terhadap kelapa yang sangat diperhatikan bahkan saat ini juga diberikan subsidi dari pemerintah pusat.
Pesan Lingga tersebut juga mengharapkan agar adanya kolaborasi antara, asosiasi petani, asosiasi pemerintah daerah dan termasuk juga industri untuk dapat duduk bersama dalam rangka mendorong organisasi otoritas kelapa Indonesia. Selain itu pesan Lingga juga mengharapkan agar pemerintah juga mendirikan politeknik, tidak hanya kelapa sawit atau kopi yang telah diwacanakan presiden namun ada juga nantinya Politeknik Kelapa.
"Semoga pesan Lingga ini dapat disampaikan, kepada Presiden untuk dapat dijadikan program prioritas bagi petani kelapa di Indonesia," tutupnya.
Adapun Bupati yang hadir pada kegiatan tersebut, terdiri atas tujuh orang Bupati daerah penghasil kelapa, dan empat perwakilan daerah penghasil kelapa serta beberapa organisasi dan pengusaha kelapa yang ada di Indonesia dan luar negeri.
Editor: Yudha
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
