Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Kemkomdigi Dorong Industri Gim Lokal Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Sabtu, 17 Mei 2025 13:48 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam pertemuan bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) di kantor Kemkomdigi, Jakarta, Jumat (16/5/2025). (Komdigi)
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam pertemuan bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) di kantor Kemkomdigi, Jakarta, Jumat (16/5/2025). (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menetapkan industri gim nasional sebagai salah satu sektor strategis dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju angka 8 persen.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memaksimalkan potensi ekonomi digital serta memperkuat kemandirian teknologi bangsa.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) di kantor Kemkomdigi, Jakarta. Ia menilai industri gim memiliki pertumbuhan signifikan dan daya ungkit ekonomi yang kuat.

"Industri gim berkembang pesat dan terus menunjukkan tren positif. Kami memandang sektor ini sebagai salah satu motor potensial yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke angka delapan persen," ujar Meutya, Jumat (16/5/2025), demikian dikutip laman Komdigi.

Lebih lanjut, Meutya menekankan pentingnya pemahaman terhadap kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pelaku industri. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya melihat industri gim dari sisi komersial, tetapi juga sebagai ekosistem strategis yang membutuhkan kebijakan tepat guna.

"Kami ingin mendengar langsung dari pelaku industri, khususnya pengembang gim lokal, agar dapat menciptakan sinergi yang efektif dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengumumkan peluncuran program Innovation Hub di tiga kota besar --Jakarta, Medan, dan Surabaya. Program ini bertujuan memfasilitasi pendirian studio gim baru dan pengembangan talenta digital nasional.

"Melalui Innovation Hub, kami ingin memperkuat ekosistem pengembangan gim lokal, baik dari sisi pendanaan, pelatihan, maupun kolaborasi industri," jelas Edwin.

Puncak dari upaya konsolidasi industri ini akan diwujudkan dalam gelaran Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) yang akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2025 di Bali. Ajang ini disebut-sebut sebagai momentum penting bagi kebangkitan industri gim nasional karena akan dihadiri pelaku global.

Ketua Umum AGI, Shafiq Husein, mengungkapkan pasar gim global telah mencapai valuasi USD 187 miliar --dua kali lipat lebih besar dari gabungan industri film dan musik. Di Indonesia sendiri, nilai pasar gim diperkirakan mencapai Rp 30 triliun, tertinggi di Asia Tenggara.

Namun demikian, kontribusi pengembang lokal terhadap nilai pasar tersebut masih minim.

"Saat ini hanya sekitar 2,5 persen atau sekitar Rp 750 miliar yang dinikmati pengembang dalam negeri. Artinya, 97,5 persen masih dikuasai gim asing. Selain itu, pengembang lokal masih sulit mengakses pendanaan awal untuk bisa bersaing di pasar domestik," jelas Shafiq.

Ia juga menyebut bahwa IGDX tahun ini menjadi ajang yang krusial, karena akan dihadiri oleh nama-nama besar industri global. "Tahun ini, Sony PlayStation untuk pertama kalinya hadir di IGDX Bali. Begitu juga dengan Steam yang pertama kali datang ke Indonesia melalui ajang ini. Ini momentum penting," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Meutya meminta jajarannya untuk segera melakukan pemetaan kolaborasi konkret antara pemerintah dan pelaku industri. "Kita masih punya waktu. Saya minta tim segera menyisir potensi kerja sama yang bisa dibantu pemerintah, lalu laporkan minggu depan untuk diputuskan. Prinsipnya, kami ingin hadir memperkuat ekosistem ini," tegas Meutya.

Melalui strategi berbasis kolaborasi, dukungan kebijakan, dan pembentukan ekosistem berdaya saing, Kemkomdigi berharap industri gim lokal dapat menjadi garda depan dalam pembangunan ekonomi digital nasional yang mandiri dan kompetitif di tingkat global.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan