Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Kemlu Pastikan Pemulangan Jenazah WNI Korban Kebakaran Hong Kong Berjalan Bertahap

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 22 Desember 2025 13:48 WIB
Peristiwa kebakaran di kompleks permukiman Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada Rabu, 26 November 2025. (Foto: AP/AP)
Peristiwa kebakaran di kompleks permukiman Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada Rabu, 26 November 2025. (Foto: AP/AP)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus melakukan penanganan komprehensif terhadap warga negara Indonesia/pekerja migran Indonesia (WNI/PMI) yang terdampak insiden kebakaran di kompleks permukiman Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025.

Berdasarkan data resmi Fire Services Department (FSD) Hong Kong hingga 9 Desember 2025, kebakaran tersebut menyebabkan 160 orang meninggal dunia dan 79 orang mengalami luka serius. Sejak awal kejadian, Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Pelindungan WNI bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong secara intensif berkoordinasi dengan Hong Kong Police Force (HKPF), Labour Department, serta otoritas setempat lainnya guna memastikan penanganan menyeluruh bagi WNI/PMI terdampak.

Dari estimasi sekitar 140 WNI/PMI sektor domestik yang tinggal di kawasan terdampak, sebanyak 130 orang telah dipastikan selamat, sembilan orang meninggal dunia, dan satu orang hingga kini masih belum terkonfirmasi keberadaan serta kondisinya.

Direktorat Pelindungan WNI dan KJRI Hong Kong, bersama agensi penempatan PMI, segera menghubungi keluarga sembilan korban meninggal dunia setelah memperoleh konfirmasi resmi dari otoritas Hong Kong. Langkah tersebut dilakukan untuk menyampaikan kabar duka sekaligus menjelaskan proses dan tahapan penanganan yang akan ditempuh pemerintah.

Sebagai bentuk pendampingan lanjutan, Direktorat Pelindungan WNI melaksanakan kegiatan family engagement kepada keluarga sembilan korban di sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pada 2-5 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan memberikan penjelasan menyeluruh mengenai proses identifikasi, repatriasi jenazah, pemenuhan hak finansial, serta membantu pengurusan dokumen yang diperlukan keluarga korban.

"Pemerintah berkomitmen mendampingi keluarga korban sejak awal, termasuk dalam proses pemulangan jenazah dan pemenuhan hak-hak korban sesuai ketentuan yang berlaku," tulis Kemlu, dalam laman resminya.

Untuk mempercepat penanganan di Hong Kong, Kemlu dan KJRI Hong Kong juga melakukan koordinasi teknis secara intensif dengan otoritas setempat, khususnya terkait proses identifikasi korban serta persiapan pemulangan jenazah ke Indonesia.

Dalam proses tersebut, pemerintah telah memfasilitasi pemulangan sembilan jenazah WNI/PMI korban kebakaran. Delapan jenazah dipulangkan ke Indonesia dengan pembiayaan penuh dari anggaran Kementerian Luar Negeri, sementara satu jenazah dibiayai oleh pihak majikan.

Jenazah almarhumah berinisial N telah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (21/12/2025) pukul 23.00 WIB dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga di Indramayu, Jawa Barat. Sementara itu, delapan jenazah lainnya dijadwalkan tiba secara bertahap pada 23-25 Desember 2025.

Dari total sembilan jenazah, satu jenazah asal Jawa Barat dan tiga jenazah asal Jawa Tengah dipulangkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sedangkan lima jenazah asal Jawa Timur dipulangkan melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, sebelum diserahterimakan kepada keluarga masing-masing di daerah asal.

Kementerian Luar Negeri mengimbau keluarga korban dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi informasi yang tidak akurat maupun pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan bantuan di luar jalur resmi. "Kami akan terus berkoordinasi dengan otoritas Hong Kong untuk memastikan seluruh proses pemenuhan hak-hak WNI/PMI terdampak berjalan secara tepat, bermartabat, dan mengutamakan kepentingan korban serta keluarga."

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan