Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Keripik, Cemilan Bikin Ketagihan
Oleh: Admin • Dibaca: 624 kali
Senin, 29 April 2013 00:00 WIB
JAKARTA - Keripik ternyata memiliki zat adiktif, sama seperti pada obat-obatan, yang membuat pemakannya merasa ketagihan.
Adalah para ilmuwan dari Universitas Friedrich-Alexander di Erlangen-Nurnberg, Jerman yang menemukan bahwa keripik memiliki zat adiktif sama seperti obat-obatan. Seperti dilansir dari geniusbeauty.
Dalam penelitiannya, mereka mempergunakan tikus percobaan yang diberi makanan yang berbeda tapi dengan nilai kalori yang sama, diantaranya termasuk keripik. Ketika mereka mulai menikmati makanan-makanan itu, MRT menguji aktivitas otak mereka.
Hasilnya, keripik membuat daerah otak yang bertanggungjawab terhadap sesuatu yang menyenangkan bekerja lebih aktif. Ini tidak berlaku ketika mereka menikmati jenis makanan lainnya.
Kemudian saat mereka menikmati keripik, daerah pada otak yang bertanggungjawab terhadap kecanduan juga aktif bekerja. Situasi ini ditemukan persis terhadap mereka yang sedang kecanduan narkoba.
Survei juga menunjukkan keripik adalah yang paling bertanggungjawab akan gagalnya pola makan sehat dan diet seseorang.
Setelah menikmati keripik, tikus mulai bermain dan berlarian lebih aktif. Ini bisa dikatakan bahwa tikus sedang mengalami semacam eforia, perilaku yang digolongkan hiperaktif pada manusia normal.
Para ilmuwan juga menemukan, setelah mereka hiperaktif, tikus berubah pengarai menjadi apatis dan mengantuk. Ini yang tidak ditemukan pada tikus-tikus yang makan makanan jenis lainnya.
Sumber: Inilah.com
Adalah para ilmuwan dari Universitas Friedrich-Alexander di Erlangen-Nurnberg, Jerman yang menemukan bahwa keripik memiliki zat adiktif sama seperti obat-obatan. Seperti dilansir dari geniusbeauty.
Dalam penelitiannya, mereka mempergunakan tikus percobaan yang diberi makanan yang berbeda tapi dengan nilai kalori yang sama, diantaranya termasuk keripik. Ketika mereka mulai menikmati makanan-makanan itu, MRT menguji aktivitas otak mereka.
Hasilnya, keripik membuat daerah otak yang bertanggungjawab terhadap sesuatu yang menyenangkan bekerja lebih aktif. Ini tidak berlaku ketika mereka menikmati jenis makanan lainnya.
Kemudian saat mereka menikmati keripik, daerah pada otak yang bertanggungjawab terhadap kecanduan juga aktif bekerja. Situasi ini ditemukan persis terhadap mereka yang sedang kecanduan narkoba.
Survei juga menunjukkan keripik adalah yang paling bertanggungjawab akan gagalnya pola makan sehat dan diet seseorang.
Setelah menikmati keripik, tikus mulai bermain dan berlarian lebih aktif. Ini bisa dikatakan bahwa tikus sedang mengalami semacam eforia, perilaku yang digolongkan hiperaktif pada manusia normal.
Para ilmuwan juga menemukan, setelah mereka hiperaktif, tikus berubah pengarai menjadi apatis dan mengantuk. Ini yang tidak ditemukan pada tikus-tikus yang makan makanan jenis lainnya.
Sumber: Inilah.com
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
