Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Kisah Camat Singkep Barat Tekan Penyebaran Covid-19 saat Idul Fitri
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 19 Mei 2021 10:56 WIB
BATAMTODAY.COM, Lingga - Dua kali sudah perayaan Hari Raya Idul Fitri dirayakan umat Islam di tengah pandemi Covid-19. Momen Idul Fitri atau Lebaran biasanya dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan berkumpul dengan keluarga.
Akan tetapi, di tengah pandemi virus corona yang melanda dunia, memaksa semua orang untuk tetap di rumah, meminimalisir pertemuan dan mobilitas, sehingga tak bisa merayakan Lebaran seperti dalam kondisi normal.
Ditambah melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga, tentunya membuat Pemerintah berjibaku bagaimana kasus corona ini dapat ditekan.
Tidak henti-hentinya dinas-dinas terkait melakukan patroli gabungan, memberikan himbauan, dan mengajak masyarakat sama-sama menekan lajunya peningkatan Covid di Kabupaten Lingga.
Mengingat Kabupaten Lingga saat ini berstatus zona merah di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Singkep, Singkep Pesisir, dan Lingga. Yang artinya kasus corona meningkat cukup signifikan.
Namun peran pemerintah juga di uji atas kepekaannya terhadap masyarakat yang berstatus positif Covid-19.
Sebab untuk di Kabupaten Lingga semua pasien covid diisolasi secara mandiri dan di pantau oleh Puskesmas di wilayah masing-masing Kecamatan.
Seperti halnya Camat Singkep Barat Febrizal Taupik ketika didapati tiga orang warganya positif covid, dengan cepat ia perintahkan stafnya untuk menyiapkan bahan pokok makan, lauk pauk, hingga pulsa pun ia berikan agar pasien Covid-19 ini tidak keluyuran kemana-mana.
Dan upaya tersebut berhasil ia terapkan kepada pasien covid tersebut. Sehingga pasien tidak keluar rumah.
"Kita bantu bahan pokok, lauk pauknya seperti ayam, sayuran, dan perlengkapan untuk masak seperti cabe dan bawang serta pulsa. Tujuannya agar kebutuhan mereka tercukupi dan mereka tidak keluar dari rumah," kata Taupik menceritakan
Meski di ketahui Kecamatan Singkep Barat anggaran untuk penanganan Covid-19 memang tidak ada sama sekali, tetapi bagaimana ia menyikapi hal ini agar masyarakat yang terpapar dapat terbantu.
Maka dengan uang pribadinya ia bantu masyarakat yang terpapar Covid-19 agar terpenuhi kebutuhannya. Dan alhamdulilah upaya tersebut berhasil. Ditambah lagi adanya bantuan dari masing-masing Desa
"Memang kita ketahui anggaran itu berada di Desa masing-masing. Dan alhamdulilah desa juga telah melaksanakan beberapa kegiatan baik itu membantu yang terpapar Covid-19 maupun mereka membantu pencegahan diwilayah kecamatan Singkep Barat," ungkapnya
Selain itu berdasarkan Surat Edaran Bupati Lingga juga disetiap Desa ia bentuk posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Sehingga setiap orang luar yang akan datang atau berkunjung ke desa tersebut harus diperiksa terlebih dahulu seperti dilakukan pengecekan suhu, disediakan handsanitazier dan masker jika yang datang tidak menggunakan masker.
"Alhamdulillah semua Desa di Kecamatan Singkep Barat sudah terbentuk posko PPKM Mikro. Itu sebagai satu lah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Desa," ungkap Taupik.
Untuk itu Taupik tidak bekerja sendiri ia bersama Polsek Singkep Barat dan Babinsa terus melakukan patroli dan memberikan himbauan baik melalui RT/RW. Hingga beberapa ada kegiatan aktivitas yang akan menimbulkan sesuatu hal yang tidak baik akan dibubarkan.
"Dan kita juga terus membagikan masker setiap desa, dan handsanitazier. Sudah kita lakukan berdasarkan instruksi dari Bupati Lingga," tutupnya.
Editor: Yudha
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
