Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
KKSS Lingga Nilai Poin Pengusiran Ady Pawennari Bernuansa SARA
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 8 Januari 2019 16:16 WIB
BATAMTODAY.COM, Dabosingkep - Ketua Kurukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Lingga, menyayangkan adanya poin tuntutan pengusiran Ady Pawennari dari Bunda tanah melayu. Pasalnya hal itu dapat memancing isu SARA (Suku Agama Ras) yang menyinggung perasaan keluarga KKSS karena yang bersangkutan adalah wakil ketua KKSS Provinsi Kepri.
Mustapa, Ketua KKSS Kabupaten Lingga, mengatakan sangat menyayangkan pernyataan sikap dari Ormas Gema Lingga, yang telah menyudutkan kelompok tertentu di Kabupaten Lingga, karena pengusiran adalah bentuk intimidasi terhadap warga negara Indonesia.
"Itu adalah perlakukan sewenang-wenang dan berbau SARA terhadap sesama warga negara Indonesia. Karena ada kalimat mengusir keluar Ady Pawennari dari Bunda Tanah Melayu," sebutnya.
Poin tersebut, tidak saja menganggu KKSS sendiri. Namun bagi kalangan pendatang lainnya juga di Kabupaten Lingga. "Pengusiran itu termasuk pelanggaran HAM berat, ada konsekuensi hukumnya," sebutnya.
Pernyataan tersebut tidak bisa dianggap main-main karena semua ada konsekuensinya. "Apa wewenang dia untuk megusir orang yang sesama warga di Kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu ini, mereka bukan pendatang haram," sebutnya.
Meskipun mengecam tindakan tersebut, ketua KKSS Kabupaten Lingga menyampaikan pihaknya akan melakukan upaya-upaya hukum untuk meredam warga KKSS khususnya yang berada di Kabupaten Lingga dan Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini dilakukan agar kedepan tidak ada lagi tindakan-tindakan pengusiran yang mungkin saja terjadi terhadap warga-warga lainnya yang ingin datang dan menetap di Kabupaten Lingga.
"Kami juga sudah bergerak cepat merespon, sikap warga kami supaya tetap tenang dan tidak terpancing emosi, karena kita menghargai demokrasi di negara ini," ujarnya.
Selain itu dirinya mengatakan, KKSS Kabupaten Lingga sendiri juga telah mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh KKSS, tokoh agama maupun masyarakat untuk sama-sama menjaga kondusifitas di Kabupaten Lingga.
"Kami berharap agar semua pihak tetap berpikir tenang, tidak terpancing berita hoax, dan menjaga kondusifitas, menjaga keamanan dan ketertiban. Karna kita semua ini anak bangsa, anak bunda tanah melayu, kita harus dan wajib menjaganya bersama-sama," tutup Mustafa.
Editor: Yudha
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
