Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Krisis Air Menahun, Ratusan Warga Tanjung Sengkuang Geruduk BP Batam
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Kamis, 22 Januari 2026 16:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Ratusan warga Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Kecamatan Batuampar, menggeruduk kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026). Warga menuntut hak dasar mereka atas air bersih yang telah terganggu selama bertahun-tahun.
Aksi ini merupakan lanjutan dari unjuk rasa yang sejak pagi digelar warga di depan Kantor Wali Kota Batam dan Kantor DPRD Batam. Massa kemudian bergerak menuju Kantor BP Batam sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah dan pengelola air bersih yang dinilai abai.
Pantauan di lokasi, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra turun langsung menemui massa. Namun dialog berlangsung panas. Adu mulut tak terhindarkan antara pimpinan BP Batam dan pendemo yang sejak pagi menyuarakan tuntutan.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono pun terlihat berada satu mobil dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam saat tiba di lokasi aksi.
Dalam orasinya, warga menegaskan bahwa gangguan suplai air bersih bukan persoalan baru, melainkan masalah menahun yang tak kunjung dituntaskan meski telah berulang kali dibahas dalam berbagai pertemuan dengan pemerintah.
"Kami warga Tanjungsengkuang adalah warga Kota Batam. Kami berhak mendapatkan air bersih," tegas Syamsudin, orator aksi, di hadapan Amsakar.
Warga menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mengalirkan air bersih secara normal kepada seluruh warga Kota Batam tanpa kecuali. Kedua, jika terjadi gangguan, pemutusan dilakukan secara adil dan bergilir agar tidak ada wilayah yang terus-menerus dikorbankan. Ketiga, jika dua tuntutan tersebut tidak mampu dipenuhi, warga meminta pimpinan daerah dan BP Batam mundur dari jabatannya karena dianggap gagal menjalankan amanat undang-undang.
"Kalau tidak mampu penuhi hak dasar rakyat, mundur dari jabatan," tegas Syamsudin.
Pernyataan itu langsung disahut Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. "Yang bisa suruh kita mundur bukan dia," ucap Li Claudia sambil menunjuk orator aksi, memicu sorakan massa.
Menanggapi tuntutan tersebut, Amsakar Achmad menegaskan pihaknya tidak akan menghindar dari persoalan air bersih. Ia mengklaim komitmen pemerintah tetap ada untuk memenuhi hak warga.
"Tidak akan kami mengelak. Mau masalah kebon sayur atau air, kami akan coba penuhi yang menjadi hak warga," tegas Amsakar.
Ia juga meminta warga menyampaikan langsung tuntutannya. "Apa yang menjadi tuntutan bapak dan ibu silakan sampaikan. Saya dapat informasi ada tiga tuntutan yang disampaikan ke DPRD Batam," katanya.
Amsakar menambahkan, persoalan air bersih termasuk dalam 15 program prioritas pemerintah. Namun ia meminta warga bersabar karena penyelesaian harus melalui mekanisme dan aturan yang berlaku.
"Kami punya 15 program prioritas, salah satunya soal air bersih. Jangan ragukan komitmen itu. Kami minta waktu bapak ibu," ujarnya.
Ia membantah tudingan sengaja mengulur tanggung jawab. Menurutnya, proses penyediaan air bersih tidak bisa dilakukan secara instan, termasuk karena harus melalui proses tender.
"Jangan berpikir saya mendelay tanggung jawab. Proses tender itu proses yang diatur, tidak bisa langsung ditunjuk-tunjuk," tegasnya.
Namun warga tetap bersikukuh. Mereka menilai alasan prosedural tidak dapat dijadikan pembenaran atas krisis air bersih yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa solusi nyata.
"Hingga kini kami belum menikmati aliran air bersih secara normal," ucap warga yang melakukan aksi.
Editor: Yudha
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
