Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Kunjungan Wisatawan ke Gurun Telaga Biru Bintan Tembus 12 Ribu, PAD Desa Busung Capai Rp 100 Juta

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 1 Januari 2026 14:48 WIB
Pesta Gonggong melibatkan belasan pelaku UMKM lokal serta partisipasi aktif masyarakat di Destinasi wisata Gurun Telaga Biru, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan. (Foto: Harjo)
Pesta Gonggong melibatkan belasan pelaku UMKM lokal serta partisipasi aktif masyarakat di Destinasi wisata Gurun Telaga Biru, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Destinasi wisata Gurun Telaga Biru di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, mencatat lonjakan signifikan jumlah kunjungan wisatawan dalam sepekan terakhir. Peningkatan ini turut berdampak positif terhadap pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa (PAD).

Kepala Desa Busung, Rusli, menyampaikan bahwa dalam kurun waktu satu minggu terakhir, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gurun Telaga Biru mencapai sekitar 12 ribu orang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Dalam satu minggu terakhir, kunjungan wisatawan ke Gurun Telaga Biru mencapai sekitar 12 ribu pengunjung. Angka tersebut belum termasuk kunjungan pada hari ini, 1 Januari 2026, yang bertepatan dengan pelaksanaan Pesta Gonggong," ujar Rusli, Kamis (1/1/2026).

Rusli menjelaskan, tren peningkatan kunjungan wisatawan ke Gurun Telaga Biru telah berlangsung konsisten dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak dalam pengelolaan dan promosi destinasi wisata desa.

"Selama dua tahun terakhir, grafik kunjungan wisatawan terus meningkat. Hal ini tentu berkat dukungan semua pihak. Destinasi ini kini menjadi salah satu sumber pendapatan bagi warga Desa Busung sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan asli desa," jelasnya.

Pada tahun 2025, Desa Busung mencatat PAD bersih sebesar Rp 100 juta dari pengelolaan Gurun Telaga Biru. Pendapatan tersebut bersumber dari retribusi tiket masuk yang dikenakan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Pendapatan asli desa sepanjang 2025 mencapai Rp 100 juta bersih. Itu berasal dari penjualan karcis masuk kawasan wisata Gurun Telaga Biru," tambah Rusli.

Untuk meningkatkan daya tarik wisata, Pemerintah Desa Busung kembali menggelar Pesta Gonggong yang tahun ini memasuki pelaksanaan ketiga. Festival tersebut melibatkan belasan pelaku UMKM lokal serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Rusli menyebutkan, pada Pesta Gonggong tahun ini, sebanyak 400 kilogram gonggong dibeli langsung dari nelayan lokal, kemudian diolah dan disajikan sebagai kuliner khas bagi para pengunjung. "Antusiasme pengunjung sangat tinggi. Gonggong yang disajikan untuk tamu habis dalam waktu singkat. Karena sudah menjadi agenda tahunan, pelaksanaan Pesta Gonggong ke depan akan terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, memberikan apresiasi atas konsistensi Desa Busung dalam mengembangkan potensi wisata Gurun Telaga Biru melalui kegiatan berbasis budaya dan kuliner lokal. "Pesta Gonggong menjadi magnet tersendiri bagi destinasi wisata Gurun Telaga Biru. Upaya desa dalam mengelola potensi wisata dan menjadikannya sumber pendapatan asli desa patut kita dukung," kata Roby.

Menurut Roby, peningkatan pendapatan daerah tidak semata bertumpu pada pendapatan asli daerah kabupaten, tetapi juga perlu ditopang oleh optimalisasi potensi desa. "Potensi wisata dan sumber daya lain yang dimiliki desa-desa di Bintan harus dimanfaatkan secara maksimal, sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah," pungkasnya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan