Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Kunjungi PT Timah Tbk di Pangkalpinang, DPRD Karimun Pertanyakan Penurunan Royalti untuk Daerah

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 31 Juli 2025 15:28 WIB
DPRD Karimun saat kunjungan kerja ke Kantor PT Timah Tbk di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (23/7/2025). (Foto: Istimewa)
DPRD Karimun saat kunjungan kerja ke Kantor PT Timah Tbk di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (23/7/2025). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Menurunnya royalti timah yang berdampak pada keuangan daerah mendorong pimpinan DPRD Kabupaten Karimun melakukan kunjungan kerja ke kantor PT Timah Tbk di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (23/7/2025).

Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Raja Rafiza, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh penjelasan langsung dari manajemen PT Timah mengenai penyebab menurunnya kontribusi royalti bagi daerah.

"Saya bersama Wakil Ketua dan para Ketua Komisi DPRD Kabupaten Karimun berangkat ke Bangka untuk mempertanyakan langsung kepada manajemen PT Timah Tbk terkait penyebab penurunan royalti timah," ujar Raja Rafiza saat dikonfirmasi pada Rabu (30/7/2025).

Menurut penjelasan pihak perusahaan, kata Raja Rafiza, penurunan royalti terjadi karena turunnya jumlah produksi timah, termasuk dari wilayah operasional PT Timah di Kundur, Kabupaten Karimun.

"Penurunan produksi ini tentu berdampak pada berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima daerah, dan turut memengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karimun," jelasnya.

Raja Rafiza, yang juga merupakan politisi Partai Golkar, berharap PT Timah Tbk dapat segera meningkatkan kembali kinerja produksi, khususnya di wilayah Kundur, agar royalti timah bisa kembali meningkat.

"Kita berharap PT Timah dapat lebih meningkatkan kinerja produksi agar hasil tambang timah di wilayah operasional Kundur mengalami peningkatan," pungkasnya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan