Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Lagi, Bimbar Berulah Lukai Pengendara di Simpang Dam

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 3 Juni 2016 12:14 WIB
<p>Akibat lalai, ban belakang bimbar copot dan mengenai pengendara motor yang ada di belakangnya (Foto: Harun al Rasyid)</p>
<p>Akibat lalai, ban belakang bimbar copot dan mengenai pengendara motor yang ada di belakangnya (Foto: Harun al Rasyid)</p>

BATAMTODAY.COM, Batam - Bimbar lagi...Bimbar lagi. Mungkin begitu keluhan masyarakat Kota Batam pada umumnya. Sebab, di Batam, Bimbar memang terkenal dengan aksi ugal-ugalan, kebut-kebutan dan saling serobot tanpa mempedulikan keselamatan diri sendiri dan penumpang. Tak jarang, kebiasaan buruk ini kadang berakhir fatal hingga menyebabkan kematian.

Seperti yang kali ini terjadi di Simpang Dam, Muka Kuning, Seibeduk. Seorang pengendara sepeda motor terluka akibat diterjang ban angkutan umum Bimbar yang copot, Jumat (3/6/2016) sekitar pukul 08.30 WIB. Akibatnya, pengendara motor yang tak diketahui namanya itu mengalami luka-luka pada bagian tangan dan kaki.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh BATAMTODAY.COM di lapangan, mobil Bimbar BP 7011 YU ini beranjak dari arah Bukit Daeng menuju Simpang Jam. Ketika melewati Dam Muka Kuning, secara tiba-tiba ban belakang sebelah kiri lepas.

"Lajunya sedikit cepat tadi. Tiba-tiba rasanya kok kayak agak miring. Kami sempat teriak kirain mau terbalik tadi," ujar Leni salah satu penumpang bimbar saat ditemui pewarta di lokasi.

Dikatakan Leni, sejak dalam perjalanan, kondisi mobil juga sudah tak stabil. Setiap melewati tikungan sedikit saja, mobil tersebut terasa oleng. Apalagi ketika ban mobil mengenai lubang jalan atau di permukaan jalan yang tidak rata.

"Memang udah agak oleng tadi. Saya pikir gak apa jadi tenang-tenang aja semuanya. Tau-taunya malah begini," ucapnya.

Di tempat yang sama, Simar, seorang pengendara sekaligus saksi mata menuturkan, kejadian ini berlangsung secara tiba-tiba dan susah untuk dihindarkan. Ban mobil Bimbar ini terguling bebas ke belakang dan menimpa salah satu pengendara. Beruntung arus kendaraan belum terlihat ramai, sehingga hanya satu pemotor saja yang terkena imbas dari peristiwa ini.

"Karena tiba-tiba jadi kena, langsung nabrak. Kalau gak yang di depan, yang di belakang pasti kena memang gak bisa dihindari," kata Simar saksi mata di lokasi kejadian.

Akibat kejadian ini, arus kendaraan menuju Muka Kuning sedikit tersendat. Beberapa pengendara memilih berhenti di pinggir jalan sekedar melihat apa yang terjadi. Begitu juga yang lain, sedikit mengurangi laju kendaraan karena penasaran dengan kejadian ini.

Menurut Simar, lepasnya ban ini akibat keteledoran sopir Bimbar yang tidak mengencangkan baut perekat ban. Apalagi di velg mobil ini hanya di temukan 4 baut saja. Padahal seharusnya setiap mobil jenis ini, memiliki 6 baut yang berfungsi sebagai mengikat roda mobil.

"Tuh cuma 4 bautnya, yang lain copot semua. Ini juga kena dempul dan udah dol. Bagaimana bisa bertahan kalau tiap hari makainya juga kencang-kencang," kata Simar.

Dikatakannya, seharusnya sebelum nambang (mencari penumpang, red) terlebih dahulu seorang sopir harus memeriksa kesiapan angkutan. Sehingga tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan di pertengahan jalan dan membahayakan pengguna jalan lain.

"Sampai copot kayak gini kan teledor namanya. Coba kalau dia perhatikan sebelum jalan, pasti gak kenapa-kenapa," terang warga Perumnas Sagulung ini. Baca juga: Setelah Menabrak, Sopir Bimbar Ancam Keluarga Korban dan Anggota Polisi Batuaji

Suharmanto pengguna jalan lain menyayangkan kejadian yang diduga faktor kelalaian itu. Menurutnya, kejadian itu bisa saja mengakibatkan kecelakaan beruntun dan berakibat fatal hanya karena kelalaian sopir Bimbar.

"Sempat tadi ramai, wah gak tahu lagi. Apalagi jalan ini lurus, laju kendaran lebih kencang," ujar Suharmanto.

Mirisnya lagi, lanjut dia, setelah kejadian ini, reaksi sopir yang tak menyebutkan namanya seperti tak bersalah. Malahan dia hanya berdiri melihat korban yang terkapar sementara warga pengguna jalan berusaha menolong korban.

"Habis itu dia (sopir Bimbar, red) berdiri diam saja kayak gak bersalah. Biasanya orang lain kan panik. Sepertinya sering kayak gitu, jadi gak peduli dia," ucapnya.

Hingga berita ini diunggah, posisi kendaraan masih berada di pinggir jalan tersebut. Sedangkan pengendara yang terkena dampak lepasnya ban mobil Bimbar itu dibawa ke RS CASA Panbil untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Sopirnya tak tahu kemana. Kalau korban sudah pergi diantar orang-orang ke CASA," pungkas Suharmanto.

Editor: Udin

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan