Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Lapas Tanjungpinang Tebar Kepedulian Lewat GN PASKA 2025, Dorong Reintegrasi Sosial Mantan Napi

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 27 Juni 2025 11:08 WIB
Lapas Kelas IIA Tanjungpinang menegaskan komitmennya dalam mendukung reintegrasi sosial mantan narapidana melalui keikutsertaannya dalam GN PASKA 2025. (Istimewa)
Lapas Kelas IIA Tanjungpinang menegaskan komitmennya dalam mendukung reintegrasi sosial mantan narapidana melalui keikutsertaannya dalam GN PASKA 2025. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang menegaskan komitmennya dalam mendukung reintegrasi sosial mantan narapidana melalui keikutsertaannya dalam Gerakan Nasional Pemasyarakatan Klien Balai Pemasyarakatan (GN PASKA) 2025.

Kegiatan berskala nasional ini diresmikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto, dan melibatkan ribuan klien Bapas di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Agus Andrianto menyebut GN PASKA 2025 sebagai ajang untuk menguji penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, sekaligus wujud kepedulian terhadap mantan narapidana yang tengah menjalani proses reintegrasi sosial.

"Kegiatan ini merupakan latihan implementasi undang-undang, serta mencerminkan semangat dan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menyambut KUHP baru," tegas Agus.

Data Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mencatat, sedikitnya 2.217 klien Bapas yang terdiri atas narapidana bebas bersyarat, cuti bebas, hingga cuti menjelang bebas, turut serta dalam kegiatan ini melalui 94 Balai Pemasyarakatan di berbagai daerah.

Sebagai bagian dari GN PASKA 2025, Lapas Kelas IIA Tanjungpinang menggelar aksi sosial berupa pembagian paket sembako dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat hubungan baik antara lembaga pemasyarakatan, mantan narapidana, dan masyarakat luas.

Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Untung Cahyo Sidharto, menuturkan keterlibatan pihaknya adalah bukti nyata bahwa pemasyarakatan tidak semata soal pembinaan di balik tembok penjara, melainkan juga tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan dalam tembok penjara, tetapi juga tentang kontribusi positif terhadap masyarakat luas," ujar Untung, Jumat (27/6/2025).

Dengan mengusung semangat Pemasyarakatan Peduli, GN PASKA 2025 diharapkan mampu mengikis stigma negatif terhadap mantan narapidana, sekaligus membuka ruang sinergi antara klien Bapas, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat menuju kehidupan sosial yang lebih harmonis dan inklusif.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan