Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
LSM Panglima Nilai Tuntutan Pengusiran AP saat Demo Gema Lingga Adalah Wajar
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 9 Januari 2019 13:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Dabosingkep - Menanggapi polemik aksi demonstrasi yang digelar Ormas Gema Lingga, Ketua LSM Panglima, Irham YS, menganggap bahwa pengusiran Ady Pawennari (AP) tersebut adalah sesuatu yang wajar.
Hal tersebut karena dipicu emosional dari para aktivis Gema Lingga karena salah satu rekannya dilaporkan ke polisi atas dugaan melakukan perlakuan tidak menyenangkan dan undang-undang ITE.
"Saya sangat menyayangkan kejadian ini sampai berpolemik, apalagi dijadikan bola panas. Karena menyampaikan aspirasi ini siapa saja boleh. Dan pengusiran salah satu oknum perusahaan itu wajar," kata mantan Komisioner KPU Kabupaten Lingga, yang kini memilih jalur politik dengan menjadi calon legislatif dari Partai PKS, kepada BATAMTODAY, Rabu (9/1/2018).
Dirinya menyarankan sebaiknya masalah tersebut ditelaah dulu, atau dilakukan mediasi dulu apa salah dan kurangnya. Karena akibat dari bersuara kritis di media sosial masalah tersebut sebenarnya tidak perlu sampai terjadi laporan. Dirinya juga mengatakan persoalan suku disana juga tidak ada yang membawa, karena ada beberapa suku yang ikut demo.
Meskipun begitu dirinya juga memaklumi jika ada pihak dari panguyuban yaitu Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kepri dan KKSS Kabupaten Lingga melakukan pembelaan terhadap oknum tersebut, karena oknum yang diusir tersebut adalah bagian dari KKSS Provinsi Kepri.
Meskipun begitu dirinya berharap agar kedua belah pihak, tidak semakin memperumit permasalahan yang akan berdampak pada perpecahan.
"Alangkah baiknya jika kedua belah pihak duduk bersama, tidak saling menunjukan ego masing-masing. Sekarang bukan jamannya lagi jago-jagoan dan dendam berlarut-larut," sebutnya.
Ditambahkan Irham, bagi dirinya siapapun yang datang ke Kabupaten Lingga, baik mereka dari ujung Sumatera maupun Papua jika niatnya ingin membangun daerah maka dia adalah sahabat kita. Namun jika niatnya ingin menghancurkan meskipun anak daerah sendiri atau tembuninya ditanam di sini, maka mereka adalah musuh kita yang harus dibinasakan.
"Kalau ada orang yang seperti itu, saya siap jadi garda terdepan meskipun tempunyi ditanam di Lingga ini," sebutnya.
Tapi yang jelas menurutnya, semua orang yang ada di Lingga tentunya memiliki keinginan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Lingga, dengan cara yang berbeda dengan keahlian yang berbeda-beda.
Dirinya mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga juga tidak tinggal diam, terhadap persoalan ini, khususnya Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Lingga.
"Mereka semua juga mantan aktivis, jadi saya yakin mereka tahu cara mengatasi persoalan ini. Jangan sampai ini dikonfrontir dan dinodai dengan kepentingan elit politik," sebutnya.
Terakhir dirinya mengajak seluruh komponen, Ormas, LSM untuk bersatu padu membangun Kabupaten Lingga untuk lebih baik lagi, dan sama-sama menciptkan Kabupaten Lingga yang selama ini sejuk, aman dan damai dan selalu bergandengan tangan untuk menjalin silaturahmi antar sesama anak bangsa.
Editor: Yudha
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
