Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Masalah Air di Tanjungsengkuang Belum Tuntas, Amsakar Minta Warga Komunikasi dengan Deputi dan Direktur
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 7 Januari 2026 18:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Krisis air bersih yang telah berlarut-larut di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, kembali menuai sorotan. Meski sudah berbulan-bulan dikeluhkan warga, persoalan ini dinilai belum juga mendapat penyelesaian permanen.
Ironisnya, masalah tersebut telah tiga kali dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Batam.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa pihaknya telah membawa langsung pejabat terkait ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan. Namun, Amsakar mengakui bahwa solusi permanen belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
"Kemarin saya sudah bertemu warga. Saya sampaikan, saya sudah bawa deputi dan direktur langsung. Silakan komunikasikan secara teknis dengan mereka," ujar Amsakar usai menghadiri rapat paripurna DPRD Batam, Rabu (7/1/2026).
Pejabat yang dimaksud yakni Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, serta Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan (Fasling) BP Batam, Iyus Rusmana.
Amsakar menegaskan, persoalan air di Sengkuang berkaitan dengan instalasi dan sistem distribusi yang belum memungkinkan ditangani secara menyeluruh.
"Saya juga sampaikan bahwa penyelesaian ini belum dapat dilakukan secara permanen, karena instalasi dan segala macam. Tapi jangan sampai berhari-hari warga tidak dapat air," imbuhnya.
Namun pernyataan tersebut justru memicu reaksi keras dari warga. Mereka menilai, pemerintah terkesan melempar tanggung jawab teknis, sementara penderitaan warga terus berlangsung tanpa kepastian.
Sebelumnya, krisis air bersih di Tanjung Sengkuang telah dikeluhkan secara terbuka oleh warga. Pasokan air hanya mengalir beberapa jam pada dini hari dengan tekanan sangat rendah, sehingga tidak mencukupi kebutuhan harian.
Seorang warga Tanjung Sengkuang, Abdi, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi berbulan-bulan, bahkan lebih dari satu tahun terakhir.
"Bukan 10 hari yang disampaikan oleh beberapa orang, ini sudah berbulan-bulan. Air hidup paling jam satu malam sampai jam empat pagi, itupun kecil," ujar Abdi, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, dampak krisis air bersih ini dirasakan hampir seluruh warga, khususnya di RW 01 RT 1, 2, 3, dan 5 serta RW 02 RT 1, 2, dan 3 Kelurahan Tanjung Sengkuang. Warga terpaksa begadang untuk menampung air, sementara sebagian lainnya menggantungkan hidup pada suplai air tangki dari PT Air Batam Hilir (ABH).
"Sering minta air tangki, tapi datangnya lama. Bahkan banyak warga yang tidak kebagian," keluhnya.
Ironisnya, persoalan air bersih ini telah tiga kali dibahas dalam RDP bersama Komisi III DPRD Batam. RDP terakhir digelar pada Senin (8/9/2025) lalu dan dihadiri langsung Amsakar Achmad.
Namun hingga kini, warga menilai RDP hanya sebatas formalitas tanpa solusi nyata.
"Datangnya air tangki malah bikin warga ribut. Itu bukan solusi," tegas Abdi.
Bahkan, salah satu tokoh masyarakat yang ditemui Amsakar menyindir keras lambannya penanganan persoalan ini. Hal itu disampaikan warga pada momen pertemuan warga disalah satu acra yang ia hadiri.
"Kalau wali kota yang mengurus semua, sekalian saja wali kota yang jadi deputi," sindirnya.
Editor: Yudha
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
