Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Masjid Jami Al Falah Central Hill Resmi Dibangun, Amsakar: Batam Butuh Solusi dan Kebersamaan

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Minggu, 18 Januari 2026 16:34 WIB
Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) serta peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al Falah di Perumahan Central Hill, Minggu (18/1/2026) (Foto: Aldy Daeng)
Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) serta peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al Falah di Perumahan Central Hill, Minggu (18/1/2026) (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam-Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam menegaskan komitmennya dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, religius, dan harmonis. Hal itu ditandai dengan penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) serta peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al Falah di Perumahan Central Hill, Minggu (18/1/2026) siang, yang menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan warga.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas tercapainya titik temu antara warga dan pengembang PT Menteng Griya Lestari (MGL), sehingga harapan masyarakat memiliki rumah ibadah akhirnya terwujud.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama PT MGL dan pimpinan Central Hill, Ibu Mery. Setelah difasilitasi pemerintah, akhirnya kita sampai pada titik temu. Apa yang menjadi ekspektasi masyarakat agar ada masjid di kawasan ini, Insya Allah sebentar lagi akan terwujud," ujar Amsakar.

Menurut Amsakar, proses yang dilalui bersama ini merupakan implementasi bahwa perbedaan latar belakang tidak perlu dipertajam, apalagi dijadikan sumber konflik. Ia menegaskan Batam tidak membutuhkan narasi-narasi yang kontraproduktif.

"Batam tidak memerlukan orang-orang yang hanya pandai mengkritisi. Yang dibutuhkan Batam adalah mereka yang mampu mencari solusi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan rasa berkita," tegasnya.

Amsakar menilai, apa yang terjadi di Central Hill hari ini merupakan wujud nyata dari kerja kolektif dan semangat kebersamaan warga. Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, lanjutnya, akan mendukung penuh pembangunan Masjid Jami Al Falah sebagai bagian dari upaya menjaga ranah spiritual masyarakat.

Ia juga menautkan pembangunan masjid ini dengan visi besar menjadikan Batam sebagai bandar dunia madani, di mana masyarakatnya taat beragama, saling peduli, patuh pada hukum, serta hidup dalam harmoni lintas keyakinan.

"Kami ini adalah bapak semua. Kami harus mengayomi semua. Visi madani itu tidak mungkin terwujud jika ada subjektivitas di hati kami. Karena itu, kebersamaan antarwarga harus terus kita rawat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga menyatakan dukungan pribadi terhadap pembangunan masjid dengan menyumbangkan dana awal sebesar Rp25 juta dan mendorong agar pembangunan turut didukung melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Batam serta kontribusi pihak pengembang.

Sementara itu, Direktur Utama PT Menteng Griya Lestari, Erwyanto Tedjakusuma, menegaskan bahwa penyerahan lahan PSU untuk rumah ibadah bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bukti komitmen perusahaan dalam membangun kawasan yang harmonis dan berkelanjutan.

"Central Hill kami kembangkan bukan hanya sebagai kawasan hunian, tetapi sebagai bagian dari kehidupan Kota Batam yang memperhatikan kebutuhan sosial dan spiritual warganya," ujar Erwyanto.

Ia berharap Masjid Jami Al Falah kelak menjadi pusat ibadah yang nyaman, sarana peningkatan iman dan takwa, sekaligus simbol toleransi dan ruang kebersamaan bagi masyarakat di sekitar Central Hill.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Jami Al Falah, Daeng Harianto, menyebut momentum peletakan batu pertama ini sebagai hari bersejarah bagi warga Central Hill. Ia mengakui perjuangan mendirikan masjid tersebut telah melalui dinamika panjang selama lebih dari satu tahun.

"Banyak dinamika yang kami lalui, baik secara kolektif maupun pribadi. Tapi niat kami sejak awal hanya satu, ingin ada masjid di tempat kami tinggal," ungkapnya.

Daeng Harianto mengapresiasi keterbukaan PT MGL dan Central Group yang akhirnya bersedia berdialog dengan warga hingga tercapai kesepakatan bersama. Ke depan, pihaknya berencana membangun pengelolaan masjid secara kolaboratif yang melibatkan beberapa perumahan di sekitar lokasi.

Ia juga menyampaikan bahwa desain masjid telah disiapkan secara gotong royong oleh para arsitek yang terlibat, bahkan hingga pengawasan pembangunan. Jika pendanaan memungkinkan, panitia menargetkan masjid sudah dapat digunakan untuk Salat Tarawih berjamaah.

"Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariah bagi kita semua dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," pungkasnya.

"Peletakan batu pertama Masjid Jami Al Falah sekaligus penyerahan PSU ini menjadi penanda kuat bahwa dialog, kebersamaan, dan kolaborasi adalah kunci membangun Batam yang religius, harmonis, dan madani," kata Amsakar Achmad.

Editor: Surya

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan