Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Melalui Reklamasi Laut, PT Timah Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 8 September 2025 20:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Karimun - PT Timah Tbk secara konsisten melaksanakan reklamasi laut untuk menjaga ekosistem pesisir seperti artifisial reef hingga restocking biota laut.
Sejak tahun 2016 hingga 2024, PT Timah telah menenggelamkan ribuan artifisial reef dan fish shelter di berbagai titik perairan Bangka Belitung dan telah terbukti mampu menjadi tempat tumbuh kembang terumbu karang dan rumah bagi ikan serta membantu meningkatkan kembali populasi biota laut.
Selain itu dilakukan juga transplantasi karang, penanaman pohon mangrove, serta restocking kepiting bakau yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan sebagai upaya memulihkan ekosistem dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir dengan meningkatnya hasil tangkapan nelayan.
Sementara sejak bulan Januari hingga Juni 2025, anggota pertambangan MIND ID ini telah melaksanakan program reklamasi laut seperti merestocking 4.012 ekor cumi, restocking kepiting bakau sebanyak 1.400 ekor, memasang penahan abrasi sepanjang 250 meter dan menanam mangrove seluas 1,5 hektar.
Dalam melaksanakan reklamasi laut, PT Timah Tbk selalu memberdayakan masyarakat di wilayah operasional dan juga pemerintah daerah.
Departement Head Corporate Communications PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan reklamasi laut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip pertambangan berkelanjutan dan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait ekosistem laut dan iklim.
"Reklamasi laut menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan untuk melaksanakan praktik pertambangan yang baik dan berkelanjutan. Reklamasi bukan hanya sekedar tanggung jawab tapi upaya bersama untuk menjaga ekosistem pesisir," kata Anggi Siahaan dalam rilis, Senin (8/9/2025).
Anggi Siahaan menyebutkan, selain melaksanakan reklamasi laut, PT Timah Tbk juga melaksanakan reklamasi darat dalam bentuk revegetasi dan penghijauan yang dilaksanakan di lahan bekas tambang.
Program reklamasi laut PT Timah Tbk ini telah dirasakan oleh masyarakat,yang mana kehadiran terumbu karang buatan atau coral garden tidak hanya berdampak pada ekosistem tetapi juga meningkatkan hasil tangkapan dan membuka peluang bagi pengembangan wisata bahari di Bangka Belitung.
Indra Ambalika, Dosen Ilmu Kelautan dan perikanan Universitas Bangka Belitung mengatakan PT Timah merupakan pionir dalam melaksanakan reklamasi laut.
Menurutnya program reklamasi laut yang dilaksanakan PT Timah seperti artifisial reef telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat pesisir bahkan coral garden yang ditenggelamkan telah menjadi habitat alami.
"PT Timah melaksanakan penambangan di laut dan telah menunjukkan perhatiannya terhadap ekosistem laut, tidak hanya menambang tapi juga melaksanakan rehabilitasi laut melalui reklamasi laut, sehingga perusahaan tambang lainnya meskipun belum signifikan juga tetapi sudah mulai melaksanakan reklamasi," kata Indra.
Ungkap Indra, inisiatif reklamasi laut yang dilakukan PT Timah merupakan upaya untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir berkelanjutan.
"Malalui program reklamasi laut PT Timah berusaha menghadirkan kembali kehidupan bawah laut, Reklamasi laut menjadi jembatan antara aktivitas industri dan keberlanjutan lingkungan, demi memastikan ekosistem tetap hidup, seimbang dan memberi manfaat bagi masyarakat pesisir," pungkasnya.
Editor: Yudha
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
