Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Mentan Amran Apresiasi Dukungan Bupati dan Wali Kota, Swasembada Beras Tercapai Lebih Cepat dari Target

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 20 Januari 2026 11:28 WIB
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026). (Istimewa)
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Bupati dan Wali Kota di Indonesia atas dukungan nyata terhadap pembangunan sektor pertanian nasional.

Peran aktif pemerintah daerah dinilai menjadi faktor utama keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada pangan, khususnya swasembada beras, dalam waktu yang jauh lebih cepat dari target awal.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia atas dukungannya terhadap sektor pertanian. Target swasembada empat tahun, namun berkat dukungan pemerintah daerah, alhamdulillah swasembada bisa dicapai hanya dalam satu tahun," ujar Mentan Amran usai menghadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026).

Mentan Amran menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam mengawal peningkatan produksi, perluasan areal tanam, kelancaran distribusi, serta perlindungan terhadap petani di masing-masing wilayah. Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah disebut sebagai fondasi utama dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan luar biasa pemerintah daerah terhadap sektor pertanian. Jika ingin Indonesia menjadi negara kuat dan menuju Indonesia Emas, maka sektor pertanian harus terus dikawal," katanya.

Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program strategis. Selain itu, Mentan Amran menekankan pentingnya pengembangan hilirisasi pertanian guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani. Hilirisasi akan difokuskan pada komoditas dengan permintaan tinggi di pasar global, seperti kelapa, kakao, jambu mete, dan komoditas unggulan lainnya.

"Kami akan mendorong hilirisasi pertanian untuk meningkatkan pendapatan petani, terutama pada komoditas yang permintaannya tinggi di tingkat dunia, seperti kelapa, kakao, mete, dan lainnya," jelas Mentan Amran.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak melakukan impor beras. Hal tersebut didasarkan pada kondisi stok beras nasional yang dinilai sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025, dengan posisi stok saat ini berada di kisaran 3,2 juta ton.

Selain stok yang memadai, produksi padi nasional juga menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) amatan November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau sekitar 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tidak boleh ada impor beras. Kita sudah swasembada dan stok kita melimpah. Jangan mempermainkan nasib rakyat, karena ada sekitar 115 juta petani dan keluarganya yang menggantungkan hidup pada sektor padi," tegas Mentan Amran.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan capaian swasembada pangan nasional pada Rabu (7/1/2026) di Karawang, Jawa Barat. Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.

"Saat saya dilantik, saya menargetkan swasembada dalam empat tahun. Terima kasih kepada seluruh komunitas pertanian yang telah bekerja keras dan solid. Dalam satu tahun, kita sudah swasembada dan berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada bangsa lain," ujar Presiden Prabowo.

Dengan capaian swasembada pangan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kebijakan yang berpihak pada petani.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan