Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Mesjid SMRS di Kota Batam Beri Nilai Tambah Historis Bagi Lingga

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 16 September 2019 16:52 WIB
Datok Muhammad Ishak, Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Lingga. (Foto: Dok Batamtoday.com)
Datok Muhammad Ishak, Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Lingga. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Lingga - Masjid agung yang dibangun pemerintah Kota Batam dengan nama Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) memberikan nilai tambah tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Lingga, yang kebetulan memiliki keterkaitan langsung dengan nama pahwalan nasional itu.

Mesjid ini juga digadang-gadang akan menjadi mesjid terbesar di Pulau Sumatera

"Ketika orang mengenal icon baru wisata religi Kota Batam, mereka pasti penasaran dengan namanya. Kebetulan makam dan sejarahnya ada di Lingga. Tentu memberikan keuntungan bagi Pemda kita," kata Datok Muhammad Ishak, Ketua Lembaga Adat Melayu, Kabupaten Lingga kepada BATAMTODAY.COM, Senin (16/9/2019).

Sultan Mahmud Riayatsyah sendiri merupakan pahwalan nasional asal Kepri yang cukup dikenal di Riau hingga negara-negara jiran Singapura dan Malaysia, termasuk Eropa.

Menurutn Ishak, mengabadikan nama para sultan atau yang dipertuan besar dan raja atau yang pernah memerintah di Kerajaan Riau Lingga Johor dan Pahang dan Kerajaan Lingga Riau sudah pernah juga dilakukan oleh dirinya seperti untuk penamaan, fasilitas umum, seperti nama jalan, lapangan serta lainnya.

"Saya pribadi sudah pernah melakukan bersama-sama tokoh masyarakat Kecamatan Lingga, kala itu saya dipercayakan menjadi camat Lingga oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Riau waktu itu, sebelum Kabupaten Lingga ini terbentuk," sebutnya.

Hal itu penting, selain untuk mengenang jasa para pahlawan, juga memberikan peluang bagi semua orang untuk mengenal dan selau mengingat leluhurnya dengan segala usaha dan perjuanganya.

Sehingga hal itu pula dapat memotivasi dan memberi spirit kepada mereka untuk terus berbuat dan bekerja agar dapat memberikan manfaat. Semua nama nama sultan, yang pernah bertahta di kerajaan melayu yang berpusat di Daik Lingga sudah diabadikan pada Fasum.

"Karena itu nama-nama Fasum di Pulau Lingga terutama, yang sudah lama dibangun sudah diberi nama yang ada kaitannya dengan sejarah," katanya

Sementara diketahui untuk nama Sultan Mahmud Riayat Syah di Kabupaten Lingga sendiri jauh-jauh hari sudah di abadikan pada salah satu Lapangan Sepakbola yang ada di Daik Lingga yang kala itu dibuatnya, ketika menjabat menjadi Camat di Daiklingga.

Begitu juga nama beberapa ruas jalan yang ada di Kecamatan Lingga. Menurutnya saat mengusulkan SMRS tahun 2013 dan 2017 sebagai Pahlawan Nasional, ternyata nama Fasum di Kabupaten Lingga yang mengabadikan nama SMRS juga ikut menjadi salah satu persyaratan.

"Alhamdulillah kita sudah punya sejak lama. Kemudian perkmbangan berikutnya pernah ada rapat dan wacana dari Pemkab Lingga untuk menamakan pusat pemerintahan Kabupaten Lingga degan nama bandar Sultan Mahmud Riayat Syah."

"Karena SMRS sekarang sudah menjadi pahlawan Nasional, yang artinya sudah menjadi pahlawannya masyarakat dan bangsa Indonesia," jelasnya.

Terakhir Muhammad Ishak mengaku, jika nanti ada pemerintah daerah atau negara lain tidak hanya di Kepulauan Riau saja, yang ingin mengabadikan nama besar SMRS, tentu hal itu akan sangat berdampak positif bagi Kabupaten Lingga, dan Provinsi Kepri khususnya.

Dengan begitu nama besar SMRS salah satu pahlawan nasional yang merupakan usulan Pemprov Kepri dan Pemkab Lingga, akan semakin diketahui khalayak yang lebih luas. Apalagi SMRS wilayah kesultannya dulu begitu luas, bukan saja terbatas seperti wilayah administrasi Provinsi Riau dan Provinsi Kepri saat ini.

"Dulu sampai ke negara tetangga, beliau berkuasa."

Dampak positif lain menurutnya dengan adanya penamaan Fasum apalagi rumah ibadah dengan nama SMRS.

"Tentu pasti diantara ada yang berpikir, siapa itu SMRS, apa kehebatanya, dimana makamnya dan apa saja yang menjadi tinggalan sejarah yg dibangun dan dibuatnya?"

Tentu untuk mengetahui semua itu Kabupaten Lingga lah yang pas untuk menjawabnya, sehingga akan banyak pula orang yang tertarik datang ke Kabupaten Lingga untuk berwisata sejarah dan religius.

Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan