Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Moreno Soeprapto Terpilih sebagai sebagai Ketum IMI 2025-2030 Gantikan Bamsoet
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Minggu, 21 September 2025 10:32 WIB
BATAMTODAY.COM, Yogyakarta– Munas X IMI 2025 di Yogyakarta akhirnya secara alkamasi menetapkan Moreno Soeprapto sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Periode 2025-2030 menggantikan Bambang Soesatyo (Bamsoet). Bamsoet sendiri kemudian terpilih sebagai Ketua Dewan Pembina IMI Periode 2025-2030.
Selanjutnya, Bamsoet secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Moreno Soeprapto yang terpilih sebagai Ketua Umum IMI Periode 2025–2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IMI ke-X.
Bamsoet menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar agar di bawah kepemimpinan Moreno, IMI semakin solid, modern, dan mampu melahirkan lebih banyak talenta balap dunia.
"Moreno merupakan salah satu pebalap nasional yang pernah mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional, Sosoknya muda dengan energi dan semangat baru. Saya optimistis IMI di bawah kepemimpinannya akan semakin kuat, baik dari sisi organisasi maupun dalam pembinaan talenta balap. Ia punya pengalaman, jaringan, dan passion yang besar untuk dunia otomotif," ujar Bamsoet usai Munas IMI ke-X di Yogyakarta, Sabtu (20/9/2025) sore.
Bamsoet berpesan kepada kepengurusan IMI yang baru untuk terus melakukan penguatan struktur organisasi IMI hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Selama ini, IMI telah memiliki kepengurusan di 37 provinsi, dan 276 IMI kabupaten/kota atau sekitar 54 persen dari total wilayah di Indonesia.
"Kalau IMI bisa hadir hingga kabupaten/kota, pembinaan atlet dan komunitas akan jauh lebih merata. Kita akan melahirkan lebih banyak pembalap dari berbagai daerah. Bukan hanya dari kota-kota besar," kata Bamsoet.
Ia berharap perlunya ditingkatkan pembinaan kepada para pembalap muda. Untuk itu, IMI harus semakin aktif menjalin kerja sama dengan federasi internasional, seperti FIA (Fédération Internationale de l'Automobile) dan FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme).
Termasuk mengirimkan para pembalap Indonesia untuk tampil dan bersaing di pentas balap internasional. Salah satu langkah nyata yang baru saja dilakukan adalah mengirimkan dua pembalap muda Indonesia ke ajang FIA Karting Academy Trophy 2025, Kimi Rae Fitriasyah di kelas Senior dan Dominic Setiawan di kelas Junior.
"Indonesia punya banyak bakat muda. Lihat saja Sean Gelael yang tampil impresif di World Endurance Championship, Mario Suryo Aji yang bersaing di Moto3, atau Galang Hendra Pratama yang pernah juara dunia Supersport 300. Bahkan Presley Martono di balap mobil formula dan Andri Nugraha di ajang touring car juga membawa nama bangsa. Semua ini membuktikan potensi kita besar. Tugas IMI adalah membuka jalan lebih lebar agar lahir lebih banyak lagi Sean, Mario, Galang, atau Presley dari berbagai daerah," ujarnya.
Bamsoet juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kompetensi anggota IMI secara menyeluruh. Melalui seminar, pelatihan, hingga uji kompetensi, IMI harus melahirkan sumber daya manusia otomotif yang profesional. Mulai dari pembalap, manajer tim, penyelenggara balapan, hingga marshal dan ofisial.
Tidak kalah penting, IMI harus mampu menjadikan komunitas otomotif sebagai sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan persatuan bangsa.
Komunitas motor besar, mobil sport, hingga penggemar modifikasi kerap menggelar kegiatan sosial mulai dari donor darah, bakti sosial, hingga penyaluran bantuan bencana.
"IMI sekarang telah memiliki siaran televisi, IMI TV dan IMI Radio yang bisa digunakan untuk menyiaran semua kegiatan balap IMI baik kejurda, kejurnas maupun internasional. Saya titipkan IMI kepada Moreno untuk membawa organisasi ini ke level yang lebih tinggi. Baik dalam melahirkan atlet juara dunia maupun menjaga IMI sebagai rumah besar komunitas otomotif yang guyub, solid, dan penuh solidaritas," pungkas Bamsoet.
Usai terpilih menjadi Ketua Umum IMI Periode 2025-2030, Moreno Soeprapto sempat menyinggung masalah atlet olahraga otomotif dalam pidatonya. Moreno menerangkan pembinaan atlet saat ini tidak bisa lagi diabaikan.
Moreno yang juga seorang pembalap menyebut jika pembinaan atlet adalah jantung dari olahraga. Lewat pembinaan yang baik maka akan melahirkan atlet-atlet yang berkualitas.
"Ada hal yang sama sekali tidak bisa diabaikan pula yakni atlet olahraga otomotif. Pembinaan atlet adalah jantung olahraga ini," kata Moreno, yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR dari Fraksi Partai Gerindra ini
Untuk melakukan pembinaan atlet ini, Moreno berkeinginan agar IMI bisa bersinergi dengan pemerintah maupun swasta. Moreno menerangkan lewat sinergi ini nantinya akan lahir sistem pembinaan atlet yang baik.
IMI membuka ruang kerja sama dengan pemerintah yang punya data dan legitimasi serta swasta. Baginya, jika keduanya bersinergi lahirlah sistem pembinaan yang terukur, berkelanjutan dan berorientasi pada prestasi.
"Atlet kita tidak lagi berjalan sendiri tapi tumbuh dalam ekosistem yang solid, profesional dan kredibel," ucapnya.
Moreno juga menyinggung masalah data atlet dan klub otomotif. Menurutnya data ini akan menjadi sebuah kekuatan bagi IMI untuk membina atlet.
"Di era digital seperti ini data adalah kekuatan. Karena itu IMI harus memiliki Bank Data Atlet dan Klub Otomotif yang terintegrasi dari daerah hingga nasional," tegas Moreno.
Menurutnya, saat ini data bukan sekedar arsip tetapi sistem digital yang memotret setiap even, setiap prestasi, setiap atlet dari pemula hingga juara.
Data ini terbuka, transparan dan bisa diakses semua pihak. Ini cara memastikan olahraga otomotif tidak lagi sporadis tetapi berbasis data, terukur, terarah menuju prestasi dunia.
Editor: Surya
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
