Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Nah, Warga Tionghoa Paling Banyak Tempelkan Stiker TNI di Mobil
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Kamis, 2 Oktober 2014 00:00 WIBBATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kanit Patroli Satlantas Polresta Tanjungpinang, Ipda Zubaeidah, mengatakan, selama dia melakukan razia, warga yang menggunakan stiker berlogo TNI adalah masyarakat Tionghoa. Dia mengaku tidak tahu, apakah hal tersebut memang sebuah hobi, suka dengan logo tersebut atau memang untuk "benteng".
"Ada juga masyarakat pribumi, namun yang paling banyak ya orang Tionghoa. Kita tidak tahu apa maksudnya. Padahal sudah berkali-kali dibilang bahwa tidak mempengaruhi itu. Jika salah, tetap ditilang," tegas Zubaeidah.
Sementara itu, salah satu pengguna kendaraan bermotor yang dihentikan karena menggunakan stiker TNI tersebut, mengaku bahwa stiker itu dibelinya hanya untuk iseng-iseng saja.
"Untuk iseng saja, tidak ada maksud apa-apa," ujar pengendara mobil yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut dan merupakan warga Tionghoa ini.
Unit Patroli Satlantas Polres Tanjungpinang bersama Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Tanjungpinang, serta aparat TNI, pada Kamis (2/10/2014) menggelar "razia unik". Razia yang digelar di Pameda Ahmad Yani itu kali ini juga menertibkan "embel-embel stiker berbau aparat" pada kendaraan.
Kanit Patroli Satlantas Polres Tanjungpinang, Ipda Zubaeidah, menegaskan, meskipun logo tersebut menutupi hampir semua bodi mobil, tidak akan berpengaruh. Pengendara tetap akan diperiksa.
"Tidak ada pengaruh sama sekali. Apa gunanya jika warga menggunakan, untuk menakut-nakuti polisi biar tidak distop? Tidak bisa! Saya tegas, kecuali memang anggota yang menggunakan, itu tidak akan kita cabut stikernya," terang Zubaeidah. (*)
Editor: Roelan
"Ada juga masyarakat pribumi, namun yang paling banyak ya orang Tionghoa. Kita tidak tahu apa maksudnya. Padahal sudah berkali-kali dibilang bahwa tidak mempengaruhi itu. Jika salah, tetap ditilang," tegas Zubaeidah.
Sementara itu, salah satu pengguna kendaraan bermotor yang dihentikan karena menggunakan stiker TNI tersebut, mengaku bahwa stiker itu dibelinya hanya untuk iseng-iseng saja.
"Untuk iseng saja, tidak ada maksud apa-apa," ujar pengendara mobil yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut dan merupakan warga Tionghoa ini.
Unit Patroli Satlantas Polres Tanjungpinang bersama Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Tanjungpinang, serta aparat TNI, pada Kamis (2/10/2014) menggelar "razia unik". Razia yang digelar di Pameda Ahmad Yani itu kali ini juga menertibkan "embel-embel stiker berbau aparat" pada kendaraan.
Kanit Patroli Satlantas Polres Tanjungpinang, Ipda Zubaeidah, menegaskan, meskipun logo tersebut menutupi hampir semua bodi mobil, tidak akan berpengaruh. Pengendara tetap akan diperiksa.
"Tidak ada pengaruh sama sekali. Apa gunanya jika warga menggunakan, untuk menakut-nakuti polisi biar tidak distop? Tidak bisa! Saya tegas, kecuali memang anggota yang menggunakan, itu tidak akan kita cabut stikernya," terang Zubaeidah. (*)
Editor: Roelan
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
