Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Nelayan di Bintan Diterkam Buaya saat Hendak Melaut, Alami Luka Serius

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 27 Mei 2025 14:28 WIB
Mahyudin (48), warga Kampung Tanah Merah, menjadi korban serangan buaya saat hendak melaut pada Senin malam (26/5/2025). (Foto: Istimewa)
Mahyudin (48), warga Kampung Tanah Merah, menjadi korban serangan buaya saat hendak melaut pada Senin malam (26/5/2025). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Seorang nelayan di Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kepulauan Riau, menjadi korban serangan buaya saat hendak melaut pada Senin malam (26/5/2025). Korban bernama Mahyudin (48), warga Kampung Tanah Merah, diterkam buaya di dermaga sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut pengakuan Mahyudin, saat dirinya bersiap menaiki sampan, seekor buaya tiba-tiba muncul dari perairan dan langsung menggigit kedua kakinya. Ia terjatuh ke air dan sempat diputar-putar oleh hewan buas tersebut.

"Saya tidak berani melawan saat buaya memutar tubuh saya, takut kaki saya patah. Akhirnya saya beranikan diri colok matanya, baru buaya itu lepas," tutur Mahyudin kepada wartawan, Selasa (27/5/2025).

Setelah berhasil melepaskan diri, Mahyudin naik kembali ke dermaga melalui tangga kayu. Seorang warga bernama Jamil yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit sekitar pukul 23.30 WIB.

Kepala Desa Penaga, Hamrudin, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa korban mengalami luka serius akibat gigitan buaya. "Korban mengalami luka robek cukup parah di bagian betis dan paha. Penanganan awal sudah dilakukan, dan rencananya akan dilakukan operasi penjahitan hari ini," jelas Hamrudin.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar perairan, terutama pada malam hari. "Ini bukan kali pertama buaya muncul di wilayah kami. Kami minta warga dan para nelayan waspada dan kalau perlu hindari melaut sendirian di malam hari," tambahnya.

Pemerintah desa bersama pihak berwenang berencana melakukan pemantauan intensif di wilayah perairan untuk mencegah insiden serupa dan menjamin keselamatan warga.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan