Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

OJK Luncurkan Kampanye Nasional Berantas Scam, Tekan Kerugian Rp 4,6 Triliun

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 20 Agustus 2025 11:28 WIB
OJK bersama Satgas PASTI resmi meluncurkan Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal, Selasa (19/8/2025) di Jakarta. (Istimewa)
OJK bersama Satgas PASTI resmi meluncurkan Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal, Selasa (19/8/2025) di Jakarta. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) resmi meluncurkan Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal, Selasa (19/8/2025) di Jakarta.

Inisiatif ini bertujuan memperkuat perlindungan masyarakat dari maraknya penipuan digital (scam) sekaligus menegaskan komitmen lintas otoritas dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan upaya kolektif sangat dibutuhkan untuk menekan laju kejahatan keuangan digital yang semakin kompleks. "Keberhasilan memberantas scam hanya bisa dicapai dengan sinergi yang kuat, literasi yang luas, serta komitmen ekosistem. Melalui kampanye ini, kita ingin membangun ekosistem keuangan yang lebih aman, inklusif, dan berkeadilan," ujarnya.

Data terbaru Indonesia Anti-Scam Center (IASC) hingga 17 Agustus 2025 mencatat 225.281 laporan scam dengan kerugian mencapai Rp 4,6 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72.145 rekening berhasil diblokir, sementara Rp 349,3 miliar dana korban berhasil diamankan. Fakta ini, menurut Mahendra, menunjukkan urgensi kolaborasi antar-otoritas dan industri keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menambahkan tiga pilar penting kampanye, yakni sinergi lintas sektor, edukasi publik, serta partisipasi masyarakat. "Ini bentuk komitmen bersama untuk mendukung Asta Cita Pemerintah melalui langkah preventif dan penindakan kolektif," katanya.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam bertransaksi. "Kesadaran masyarakat tetap penting, yaitu melindungi diri dan segera melapor bila terjadi apa-apa. Dengan Anti-Scam Center, kini penanganan bisa lebih cepat," ujarnya.

Dukungan juga datang dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menegaskan pentingnya laporan cepat dari korban agar dana dapat segera dilacak. "Jika terlambat, transaksi pelaku sudah berpindah sangat cepat. Karena itu, laporan masyarakat sangat vital," tegasnya.

Kepala BNPT, Eddy Hartono, menekankan bahwa pemberantasan scam juga berkaitan dengan pencegahan pendanaan terorisme. Sementara Ketua AFTECH, Pandu Sjahrir, menyebut kampanye ini sebagai terobosan besar. "Masalah scam sudah menjadi persoalan sosial. Kolaborasi antara industri, regulator, dan pemerintah sangat dibutuhkan agar gerakan ini berkelanjutan," katanya.

Kampanye nasional ini meliputi empat strategi utama: pencegahan melalui literasi keuangan, percepatan penanganan laporan dengan sistem co-location di IASC, penegakan hukum melalui koordinasi erat aparat, serta kolaborasi internasional untuk menangani scam lintas negara.

Peluncuran kampanye juga dirangkaikan dengan Seminar Internasional bertema 'Preventing and Combating Financial Scams' yang menghadirkan pembicara dari Singapore Police Force Anti-Scam Command dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

OJK berharap melalui kampanye ini, kesadaran publik meningkat, kerja sama global semakin kuat, dan Indonesia mampu mempersempit ruang gerak kejahatan keuangan digital yang kian mengancam masyarakat.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan