Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Panen Lele di Lapas Narkotika Tanjungpinang, Bekal Kemandirian Warga Binaan Menuju Reintegrasi
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 18 Juni 2025 14:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen ikan lele, yang sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Panen ini merupakan yang keenam dari program budidaya 20.000 bibit lele yang telah diluncurkan sebelumnya.
Kegiatan panen yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja bersama jajaran, serta melibatkan tiga warga binaan yang telah dibekali keterampilan perikanan selama masa pembinaan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Petrus Agustinus Mikhail, menyampaikan lele ini tidak hanya menjadi bagian dari program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi langsung bagi warga binaan.
"Kami berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan riil yang bisa mereka terapkan setelah kembali ke masyarakat. Panen ini adalah bukti bahwa kegiatan produktif warga binaan bisa memberikan nilai jual," ungkapnya, Selasa (17/6/2025).
Hasil panen lele langsung dijual kepada pengepul ikan, menunjukkan bahwa program ini telah memiliki rantai pemasaran dan manfaat nyata. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Lapas dalam mendukung program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, terutama di bidang ketahanan pangan.
"Melalui program seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat pembinaan, tetapi juga ruang pengembangan potensi. Harapannya, warga binaan bisa kembali ke masyarakat dengan kepercayaan diri dan keterampilan yang bermanfaat," tambahnya.
Program budidaya lele ini diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi Lapas lainnya untuk mengembangkan kegiatan serupa, baik dalam sektor pertanian, perikanan, maupun keterampilan teknis lain.
Dengan pendekatan pembinaan berbasis produktivitas dan keterampilan, Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
