Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Pantai Serasan, Surga yang Belum Terjamah

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Sabtu, 23 Juli 2016 08:00 WIB
<p>Keindahan Pantai Serasan Natuna. (Foto: Pemkab Natuna)</p>
<p>Keindahan Pantai Serasan Natuna. (Foto: Pemkab Natuna)</p>

Batamtoday.com, Natuna - Natuna. Nama ini sedang menjadi buah bibir di mana-mana. Apalagi, sejak Presiden Joko Widodo berkunjung dan menggelar rapat terbatas (ratas) di atas laut Kabupaten Natuna. Lalu, ratas itu ditindaklanjuti dengan sejumlah agenda pembangunan tiga sektor utama, periwisata, perikanan dan militer di Provinsi Kepri. Agenda tersebut kemudian "dikawal" dengan gelontoran anggaran yang tidak sedikit, Rp4 triliun lebih! 

 

Itulah Natuna, wilayah kepulauan paling utara di Selat Karimata. Berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja di bagian utara, juga dengan Sumatera Selatan dan Jambi di bagian selatan. Di sebelah barat, Natuna berbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Bagian timur berbatasan dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat.

Dengan potensi sumber daya alamnya yang melimpah, tak salah jika banyak yang menyebut, Natuna sebagai "surga" yang jatuh di Provinsi Kepri. Cadangan migas yang melimpah, bahkan salah satu yang terbesar di dunia. Belum lagi potensi perikanannya yang belum terkelola maksimal.

"Potensi pariwisata Natuna itu sangat luar biasa. Hanya saja, memang banyak yang belum terjamah," ujar seorang warga Serasan, Natuna, Nurdin kepada BATAMTODAY.COM, Kamis (22/7/2016).

Baca Juga: Natuna Jadi Pusat Pariwisata, Perikanan dan Militer di Provinsi Kepri

Salah satu pantai terindah di Natuna adalah pantai yang terhampar di Kecamatan Serasan, Natuna bagian selatan. Pantai ini memiliki panjang sekitar 15 km melengkung di ujung timur dan melewati dua desa, yaitu Desa Pangkalan dan Desa Jermalik Kecamatan Serasan. Sedangkan di sebelah timur langsung bertemu dengan Pantai Tebung.

"Pantai Serasan ini sangat indah dan teduh, sangat ideal untuk bertamasya," tambahya.

Pantainya landai, lebih kurang 50 meter jaraknya, jika air surut. Pasirnya putih bersih tanpa sampah. Jika kita berjalan di atasnya mengeluarkan bunyi lembut yang khas. Tapi, di balik kelembutannya itu, pada musim tertentu, gelombang tinggi kadang-kadang datang menerjang.

"Pantai ini hanya ramai dikunjungi pada musim-musim tertentu saja, seperti lebaran dan saat ada acara hiburan rakyat," lanjut Nurdin.

Sayang, untuk dapat menikmati "surga" yang terhampar di Serasan itu, kita masih terkendala dengan hambatan geografis. Karena Serasan cukup jauh dari ibukota Kabupaten Natuna dan transportasi juga terbtas. Jika menggunakan kapal Pelni KM. Bukit Raya, 12 jam baru tiba di sana, itu pun dua minggu sekali. Rutenya ke arah Serasan setelah melewati Kecamatan Midai dan Subi.

Editor: Dardani

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan