Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Pekan Budaya Melayu Nusantara, Ajang Menghidupkan Kembali Identitas Budaya
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 20 Agustus 2025 13:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Ribuan masyarakat memadati Lapangan Pamedan, Jalan Ahmad Yani, Selasa (19/8/2025) malam, untuk menyaksikan pembukaan Pekan Budaya Melayu Nusantara yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Kepulauan Riau. Meski sempat diguyur gerimis, antusiasme warga tetap tinggi menyambut perhelatan yang berlangsung hingga 22 Agustus mendatang.
Kepala BPK Kepri, Jumhari, menegaskan Tanjungpinang memiliki posisi strategis sebagai pusat wisata budaya Melayu. Hal ini semakin diperkuat sejak Pulau Penyengat ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional pada 2018.
"Pulau Penyengat sekarang posisinya sebagai bagian penting dalam peradaban Nusantara, terutama terkait sejarah dan peradaban Melayu," ujar Jumhari.
Ia menyebut, banyak warisan budaya tak benda lahir dari Kerajaan Melayu Riau-Lingga, mulai dari silat, pantun, hingga kebaya labuh. Bahkan, kesenian Makyong dijadwalkan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun depan.
"InsyaAllah pada 23 Agustus nanti ada pertemuan dengan Dinas Kebudayaan Kepri dan Yayasan Warisan Johor untuk mendorong pengusulan Zapin agar bisa didaftarkan pada 2027. Harapannya, tahun 2028 Zapin ditetapkan bersama Malaysia sebagai warisan dunia," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menekankan Pekan Budaya Melayu Nusantara tidak boleh dipandang sekadar hiburan. Menurutnya, ajang ini menjadi sarana penting untuk menghidupkan kembali identitas budaya Melayu.
"Sejak dahulu Melayu dikenal sebagai bangsa beradab. Budaya bukan sekadar hiasan, melainkan nafas kehidupan," ucap Raja Ariza.
Ia juga menyinggung landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017. Pemko Tanjungpinang, katanya, berkomitmen menjadikan ajang ini sebagai agenda berkelanjutan.
"Berbagai kesenian ditampilkan di sini, mulai dari lomba syair musikal, lagu Melayu akustik, tari persembahan, hingga fashion show busana khas. Ini ruang bagi generasi muda untuk mencintai budayanya sendiri," tuturnya.
Raja Ariza berharap Pekan Budaya Melayu Nusantara berkembang menjadi program tahunan yang melahirkan pewaris budaya baru. "Pemko akan terus mendukung kemajuan budaya melalui sinergi dan kolaborasi. Kita ingin menjadikan Tanjungpinang sebagai kota yang bertumpu pada warisan Melayu, namun tetap maju mengikuti arus zaman," tegasnya.
Malam pembukaan ditutup dengan penampilan Group Musik Dermaga Musikal asal Medan yang membawakan lagu-lagu Melayu, disambut meriah oleh ribuan penonton.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
