Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Peletakan Batu Pertama Masjid Jami Al Falah Central Hill, Amsakar: Batam Perlu Solusi, Bukan Narasi Kontraproduktif
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 19 Januari 2026 08:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan Batam menegaskan komitmen membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan religius. Komitmen itu ditandai dengan penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) serta peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al Falah di Perumahan Central Hill, Minggu (18/1/2026) siang.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan masjid tersebut menjadi hasil dialog panjang antara warga dan pengembang PT Menteng Griya Lestari (MGL) yang difasilitasi pemerintah. Ia menyebut kesepakatan itu sebagai bukti bahwa persoalan sosial dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kebersamaan.
"Setelah difasilitasi pemerintah, akhirnya kita sampai pada titik temu. Harapan masyarakat agar ada masjid di kawasan ini insyaallah segera terwujud," kata Amsakar.
Menurut Amsakar, dinamika yang terjadi di Central Hill menunjukkan bahwa perbedaan tidak semestinya dipertajam apalagi dijadikan sumber konflik. Ia menegaskan Batam tidak membutuhkan narasi yang justru melemahkan semangat kolektif.
"Batam tidak memerlukan orang-orang yang hanya pandai mengkritisi. Yang dibutuhkan adalah mereka yang mampu menghadirkan solusi dan membangun kebersamaan," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam dan BP Batam akan mendukung penuh pembangunan Masjid Jami Al Falah sebagai bagian dari penguatan kehidupan spiritual masyarakat. Pembangunan masjid ini, kata dia, sejalan dengan visi menjadikan Batam sebagai bandar dunia madani --masyarakat yang religius, taat hukum, saling peduli, dan hidup harmonis dalam keberagaman.
"Kami harus mengayomi semua. Visi madani tidak mungkin terwujud jika kebersamaan tidak dirawat," kata Amsakar.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menyatakan dukungan pribadi dengan menyerahkan bantuan awal sebesar Rp25 juta. Ia mendorong agar pembangunan masjid turut didukung melalui pokok-pokok pikiran DPRD Batam serta kontribusi pengembang.
Direktur Utama PT Menteng Griya Lestari, Erwyanto Tedjakusuma, menegaskan penyerahan lahan PSU untuk rumah ibadah merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menciptakan kawasan hunian yang berkelanjutan.
"Central Hill tidak hanya kami bangun sebagai kawasan tempat tinggal, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Batam," ujarnya.
Ia berharap Masjid Jami Al Falah kelak menjadi pusat ibadah sekaligus ruang kebersamaan dan simbol toleransi bagi warga di sekitar Central Hill.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Jami Al Falah, Daeng Harianto, menyebut peletakan batu pertama tersebut sebagai momen penting setelah perjuangan panjang selama lebih dari setahun. Ia mengakui proses pendirian masjid tidak lepas dari berbagai dinamika.
"Sejak awal niat kami sederhana, ingin ada masjid di lingkungan tempat kami tinggal," kata Daeng.
Ia mengapresiasi keterbukaan pihak pengembang yang akhirnya bersedia berdialog hingga tercapai kesepakatan. Ke depan, pengelolaan masjid direncanakan melibatkan warga dari sejumlah perumahan di sekitar Central Hill. Desain masjid, kata dia, disusun secara gotong royong oleh para arsitek, termasuk dalam pengawasan pembangunannya.
Jika pendanaan mencukupi, panitia menargetkan masjid sudah dapat digunakan untuk Salat Tarawih berjemaah.
Peletakan batu pertama Masjid Jami Al Falah sekaligus penyerahan PSU tersebut, menurut Amsakar, menjadi penanda bahwa dialog dan kolaborasi tetap menjadi kunci membangun Batam yang religius, harmonis, dan madani.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
