Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Pembangunan Perumahan Diduga Sebabkan Banjir, 20 Rumah Warga di Bintan Timur Terendam

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 30 Mei 2025 12:28 WIB
Peninjaun rencana pembangunan drainase di Perumahan Gemini, oleh pihak pengembang, Kelurahan Sei Lekop, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan warga. (Foto: Syajarul Rusydy)
Peninjaun rencana pembangunan drainase di Perumahan Gemini, oleh pihak pengembang, Kelurahan Sei Lekop, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan warga. (Foto: Syajarul Rusydy)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Sebanyak 20 rumah warga di RW 006, Kampung Sarimulyo, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Banjir diduga terjadi akibat dampak pembangunan perumahan baru yang berlokasi di RW 008 Kampung Purwoasri.

Ketua RW 006, Heri Cahyono, menyampaikan wilayahnya memang tergolong rawan banjir, namun intensitas dan dampaknya semakin parah sejak proyek pembangunan perumahan dimulai.

"Memang tempat kami ini rawan banjir, tapi sejak pembangunan perumahan itu dimulai, kondisinya makin parah. Hujan baru turun 10 menit saja, air sudah masuk ke rumah-rumah warga," ungkap Heri, dalam mediasi bersama pihak pengembang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kelurahan Sei Lekop, Jumat (30/5/2025).

Heri menegaskan warga meminta agar pengembang segera memperbaiki sistem drainase sebelum melanjutkan pembangunan lebih lanjut. "Kami minta pihak pengembang membenahi drainase terlebih dahulu. Kalau tidak segera ditangani, warga kami yang terus menjadi korban," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa air yang masuk ke rumah-rumah warga membawa lumpur berwarna kuning, yang diduga berasal dari area proyek.

"Air yang masuk berwarna kuning, membawa tanah dari lokasi pembangunan. Ini menjadi bukti kuat bahwa sumber masalah berasal dari proyek perumahan tersebut," tambah Heri.

Wilayah terdampak mencakup dua RT, yakni RT 002 dan RT 003, dengan total sekitar 20 rumah warga yang mengalami kerusakan dan genangan.

Menanggapi keluhan tersebut, Staf Pengurusan Izin dari pihak pengembang, Gemini Ardi, menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah penanganan sementara. "Nanti akan dibuat drainase baru sebagai solusi sementara untuk mengurangi debit air saat hujan deras," ujar Ardi.

Pemerintah kelurahan bersama aparat setempat berjanji akan terus memantau perkembangan dan mendorong pihak pengembang memenuhi tanggung jawabnya dalam menyelesaikan masalah ini.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan