Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Pemerintah Bidik Batamindo Jadi Pusat Ekosistem AI Nasional

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 10 Juli 2025 13:08 WIB
Wamenkomdigi Nezar Patria bersama Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Batamindo, pada Rabu (9/7/2025). (Foto: Komdigi)
Wamenkomdigi Nezar Patria bersama Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Batamindo, pada Rabu (9/7/2025). (Foto: Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah mempertegas komitmen menjadikan kawasan industri seperti Batamindo sebagai salah satu pilar dalam pengembangan ekosistem teknologi kecerdasan artifisial (AI) nasional. Upaya ini sejalan dengan percepatan transformasi digital yang menjadi agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, saat melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Batamindo bersama Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Rabu (9/7/2025). Kunjungan tersebut berlangsung di Wisma Batamindo, Kota Batam.

"Hal strategis yang mau dilakukan oleh pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo, kita ingin melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur artificial intelligence," jelas Nezar, demikian dikutip siaran pers Komdigi.

Ia menegaskan, penguasaan teknologi mutakhir atau deep tech, termasuk AI, menjadi faktor krusial dalam persaingan global, baik dari aspek geopolitik maupun ekonomi. "Kita tahu bahwa new technology atau yang kita kenal juga dengan deep tech ini menjadi poin yang sangat strategis secara geopolitik dan juga ekonomi. Siapa yang menguasai teknologi ini, dia akan bisa dominan di tingkat global," tegasnya.

Nezar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku industri, dan kawasan ekonomi demi keberhasilan pengembangan teknologi AI secara berkelanjutan. "Komdigi berada di hilir memanfaatkan infrastruktur yang dibangun oleh industri, tetapi dalam satu desain besar, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kita harus melakukan kolaborasi dan sinergi agar semuanya itu sejalan dengan strategi besar yang sudah digariskan oleh pemerintah," paparnya.

Nezar Patria turut mengapresiasi kontribusi Batamindo yang selama 35 tahun terakhir dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan industri nasional, khususnya di Batam. "Saya kira sangat membanggakan, berdiri sejak 1990 sampai sekarang sudah 35 tahun. Kompleks industri ini sudah memberikan kontribusi yang cukup signifikan, dan ini modal penting untuk menyongsong transformasi ke industri digital berbasis AI," ungkap Nezar.

Batamindo, menurutnya, menjadi pusat aktivitas industri dengan sekitar 70 perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut, serta menyerap sekitar 42.000 tenaga kerja. Kawasan ini juga tercatat menyumbang hingga 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam.

Selain meninjau kondisi kawasan, kunjungan tersebut juga bertujuan membuka peluang kerja sama lintas sektor dan menyusun kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan industri digital nasional.

"Kami berkunjung untuk melihat beberapa inisiatif strategis yang bisa dikerjakan antar sektor, termasuk sektor swasta, terutama Batamindo. Pemerintah akan memberikan berbagai kebijakan yang mengakselerasi proses pertumbuhan industri ini," tutur Nezar.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza serta General Manager Batamindo Investment Cakrawala, Mook Sooi Wah.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan