Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Pemerintah Luncurkan BLT Kesejahteraan Rakyat dan Program Magang Nasional 2025

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 20 Oktober 2025 12:28 WIB
Peluncuran BLT Kesejahteraan Rakyat dan Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi, di Kantor Pos Indonesia Cabang Cikini, Jakarta, pada Jumat (17/10/2025). (Kemenko Perekonomian)
Peluncuran BLT Kesejahteraan Rakyat dan Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi, di Kantor Pos Indonesia Cabang Cikini, Jakarta, pada Jumat (17/10/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah resmi meluncurkan dua program strategis, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat dan Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi, sebagai langkah konkret memperkuat daya beli masyarakat dan perluasan kesempatan kerja nasional.

Kedua program ini merupakan bagian dari implementasi Paket Ekonomi 2025 dan Penyerapan Tenaga Kerja yang menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Peluncuran program digelar di Kantor Pos Indonesia Cabang Cikini, Jakarta, pada Jumat (17/10/2025), dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mewakili Presiden, serta didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Sosial, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

Program BLT Kesejahteraan Rakyat menjadi perluasan dari BLT Reguler Kartu Sembako, dengan sasaran lebih dari 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau sekitar 140 juta jiwa. Pemerintah menyalurkan bantuan Rp900.000 secara sekaligus untuk periode Oktober-Desember 2025, dengan nilai Rp300.000 per bulan.

"Penyaluran dilakukan melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia, dan akan mulai disalurkan pada Senin, 20 Oktober 2025," jelas Menko Airlangga.

Bantuan ini diberikan kepada masyarakat dalam Desil 1–4 berdasarkan data sosial dan sensus ekonomi nasional. Dalam kesempatan peluncuran, pemerintah menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 50 penerima baru yang belum pernah memperoleh bantuan sosial sebelumnya.

Airlangga menegaskan, tambahan BLT ini diberikan di luar bantuan reguler yang disalurkan Kementerian Sosial kepada 20,88 juta KPM melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako.

Selain BLT, pemerintah juga memperkenalkan Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi, yang ditujukan bagi lulusan baru (fresh graduate) untuk memperoleh pengalaman kerja di dunia usaha, industri, BUMN, lembaga pemerintah, dan perbankan.

Gelombang pertama program ini diikuti oleh 20.000 peserta yang resmi mulai bekerja pada 20 Oktober 2025, sedangkan gelombang kedua akan dibuka pada November 2025 dengan kuota diperluas menjadi 80.000 peserta.

Peserta magang akan memperoleh uang saku bulanan setara upah minimum kabupaten/kota, serta jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dan jaminan kematian (JKM) tanpa potongan dari uang saku yang diberikan pemerintah.

Hingga kini, 1.668 perusahaan telah mendaftar dengan total 26.181 posisi magang tersedia, sementara jumlah pelamar mencapai 156.159 orang.

Menurut Menko Airlangga, kombinasi antara BLT Kesejahteraan Rakyat dan Program Magang Nasional merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan sosial dan penciptaan lapangan kerja produktif.

"Kedua program ini bukan hanya memperkuat daya beli masyarakat, tetapi juga meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda agar lebih siap bersaing di dunia kerja," ujar Airlangga.

Ia menambahkan, program magang ini juga melibatkan berbagai universitas, antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Pancasila, untuk memastikan keterlibatan dunia pendidikan dalam menyiapkan SDM unggul. "Nah, ini dalam prosesnya nanti beberapa perusahaan dan rektor hadir di sini. Semoga program ini bisa membantu masyarakat di kuartal keempat tahun ini," pungkasnya.

Peluncuran kedua program ini menandai langkah awal implementasi Paket Ekonomi 2025 dan Penyerapan Tenaga Kerja, yang terdiri dari 8 program akselerasi, 4 program lanjutan pada 2026, dan 5 program unggulan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh Indonesia.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan