Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Pemerintah Siapkan 386 Posko Digital untuk Amankan Mudik Ramadan dan Idulfitri 2026

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 13 Februari 2026 12:28 WIB
Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). (Komdigi)
Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan pengamanan digital nasional guna memastikan arus mudik Ramadan dan Idulfitri 2026 berlangsung aman dan lancar.

Sebanyak 386 posko digital serta sistem monitoring terpadu disiagakan untuk menjaga kualitas jaringan telekomunikasi, keselamatan transportasi, dan keamanan transaksi masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa jaringan telekomunikasi menjadi tulang punggung mobilitas publik selama musim mudik. "Setiap Ramadan dan Idulfitri, trafik telekomunikasi meningkat signifikan, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, dan area residensial. Karena itu kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi serta keselamatan publik," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Untuk periode siaga 15-29 Maret 2026, Kemkomdigi menyiapkan 386 posko yang terdiri atas lima posko utama, dukungan operator seluler dan gerai layanan, serta 35 Unit Pelaksana Teknis di seluruh provinsi yang bersiaga 24 jam memantau kualitas layanan dan potensi gangguan jaringan.

Selain itu, kementerian mengoperasikan dashboard monitoring terpadu untuk memantau kepadatan arus dan kualitas sinyal seluler secara real time guna mengantisipasi potensi hambatan komunikasi dan transportasi.

Meutya menyebutkan, pada periode Natal dan Tahun Baru 2025-2026, kecepatan internet nasional berhasil dijaga pada rata-rata 80 Mbps untuk unduh dan 35-36 Mbps untuk unggah, meningkat dibandingkan libur Lebaran 2025 yang berada di angka 44,75 Mbps untuk unduh dan 24,43 Mbps untuk unggah. "Target kami, masyarakat tetap bisa berkomunikasi lancar, melakukan video call, mengakses peta digital, hingga transaksi daring tanpa hambatan berarti," katanya.

Selain menjaga kualitas layanan, Kemkomdigi juga memperkuat pengawasan spektrum frekuensi guna menjamin keselamatan transportasi udara dan perkeretaapian, termasuk operasional kereta cepat Whoosh. Pada periode libur sebelumnya, gangguan interferensi frekuensi sempat terjadi namun berhasil diatasi dengan koordinasi cepat di lapangan.

Dalam upaya perlindungan publik, kementerian meningkatkan patroli siber untuk mengantisipasi penipuan melalui perangkat fake BTS yang kerap beroperasi di titik kemacetan. Masyarakat diimbau waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi.

Selain itu, layanan darurat 112 dipastikan tetap aktif sebagai akses cepat bantuan, disertai optimalisasi kapasitas jaringan di wilayah dengan potensi lonjakan trafik data tertinggi selama arus mudik.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.