Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Pemkab Lingga Alokasikan Anggaran Penanganan Covid-19 Sebesar Rp 6,3 M

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 17 Februari 2021 10:12 WIB
Petugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Lingga. (Wandy/BTD)
Petugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Lingga. (Wandy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Lingga - Anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Lingga untuk tahun 2021 sebesar Rp 6,3 miliar. Dimana anggaran tersebut turun drastis dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 35 miliar.

Anggaran Covid-19 sebesar Rp 6,3 miliar tersebut dialokasikan untuk beberap kegiatan seperti di Dinas Kesehatan Pengendalian Pendidikan dan Keluarga Berencana (DPPKB) sebesar Rp 1,2 miliar yang peruntukan untuk membeli dua unit alat PCR, pembelian alat media habis pakai dan operasional gugus tugas covid-19.

Selanjutnya alokasi anggaran dialokasikan di Dinas Perindustrian, Perdaganggan Koperasi dan UKM sebagai kegiatan dampak ekonomi sebesar Rp 480 juta dan sisanya belanja tidak terduga yang diletakkan di Badan Penangganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga sebesar Rp 4,5 miliar.

"Anggaran ini dapat sewaktu waktu berubah apabila ada peruntukan dan benar benar dibutuhkan untuk penanggulangan Pandemi Covid-19," kata Plt Sekertaris Daerah Lingga, Samsudi, Selasa (16/2/2021).

Menurut Samsudi, dalam mengalokasikan anggaran penangganan Covid-19 Pemkab Lingga tentunya berdasarkan ketentuan dan peraturan yang ada dan ketersediaan anggaran yang dimiliki.

"Untuk mengalokasikan anggaran tentunya anggaran yang disiapkan sudah sesuai usulan dan ketersediaan anggaran yang ada. Dalam hal penangganan covid-19 Pemkab Lingga tidak pernah main main," ujarnya.

Untuk teknis kegiatan yang akan dilakukan OPD teknis terkait akan terus berkoordinasi agar penangganan pencegahan Pandemi Covid-19 dapat berjalan dengan maksimal.

"Untuk bantuan langsung tunai (BLT) yang tahun lalu dianggarkan saat ini belum dilakukan. Tidak tertutup kemungkinan dianggarkan kembali nanti benar benar dibutuhkan dan sesuai arahan pemerintah pusat," tuturnya.

Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan