Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Pemprov Kepri Apresiasi SERAMBI BI 2026, Tekankan Distribusi Uang Baru Lebaran Merata hingga Kepulauan

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Sabtu, 14 Februari 2026 13:28 WIB
Pj Sekda Kepri, Luki Zaiman Prawira. (Foto: Aldy)
Pj Sekda Kepri, Luki Zaiman Prawira. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengapresiasi pelaksanaan program SERAMBI BI 2026 sekaligus menekankan pentingnya distribusi uang baru Lebaran yang merata hingga wilayah terpencil dan kepulauan.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kepri, Luki Zaiman Prawira, saat menghadiri peluncuran program di Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (13/2/2026) sore.

Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan uang layak edar selama Ramadan dan Idulfitri. Momentum hari besar keagamaan tersebut secara historis mendorong peningkatan konsumsi masyarakat serta kebutuhan uang tunai.

Luki menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam mendukung kelancaran program tersebut. "Kami memahami kebiasaan masyarakat menggunakan uang baru saat Idulfitri sangat tinggi. Karena itu, program ini sangat membantu masyarakat memperoleh uang tunai yang layak edar," ujarnya usai acara peluncuran.

Ia menambahkan, kebutuhan uang kartal menjelang Lebaran tidak hanya meningkat di pusat kota, tetapi juga merata hingga wilayah kepulauan. Pemerintah daerah berharap distribusi uang baru dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terpencil.

"Kami berharap distribusi uang baru ini bisa menjangkau seluruh wilayah hingga daerah pelosok. Komitmen Bank Indonesia untuk mendistribusikan secara merata menjadi hal yang sangat penting," katanya.

Selain penyediaan uang baru, SERAMBI 2026 juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu, terutama saat aktivitas transaksi meningkat menjelang Lebaran. "Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan melakukan penukaran uang melalui lembaga resmi seperti perbankan atau fasilitas elektronik yang tersedia, sehingga terhindar dari risiko uang palsu," tegas Luki.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, memaparkan secara nasional kebutuhan uang kartal pada Ramadan dan Idulfitri 2026 diperkirakan mencapai Rp 185,6 triliun atau meningkat 15,1 persen dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 161 triliun.

Untuk wilayah Kepulauan Riau yang meliputi tujuh kabupaten/kota, kebutuhan uang kartal diproyeksikan mencapai Rp 2,9 triliun atau naik 38 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Adapun layanan penukaran uang disiapkan sebesar Rp 94,2 miliar atau meningkat 165,35 persen dibandingkan 2025.

"Kenaikan kebutuhan hingga 38 persen dibandingkan tahun lalu sudah kami perhitungkan berdasarkan tren historis, proyeksi pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan mobilitas masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri. Kami memastikan ketersediaan uang kartal di seluruh wilayah Kepulauan Riau dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, dan dalam kondisi layak edar," ujar Rony.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.