Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Penggemar Catur Kepri Desak Pengurus PERCASI Mundur, Nilai Dua Tahun Tanpa Aktivitas Pembinaan
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 4 November 2025 10:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Puluhan pecinta dan pegiat catur dari berbagai daerah di Kepulauan Riau (Kepri) melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kepri. Mereka menilai organisasi tersebut vakum tanpa pembinaan maupun kompetisi selama dua tahun terakhir.
Suara kekecewaan itu mencuat dalam pertemuan komunitas catur di kawasan Batam Center, Senin (4/11/2025) malam. Para perwakilan komunitas dan atlet catur berdialog membahas kondisi PERCASI Kepri yang dinilai "tertidur lelap" tanpa agenda pembinaan, pelatihan, atau turnamen resmi.
Adhon, salah satu tokoh pecinta catur Kepri, menyampaikan kritik tajamnya. Ia menggambarkan KONI Kepri sebagai "induk yang diam seribu bahasa" ketika melihat PERCASI tertidur panjang dan abai terhadap nasib atlet.
"Kami tidak tahu apa yang membuat PERCASI Kepri terbuai dalam tidur panjangnya. Yang jelas, para penggemar dan atlet kehilangan panggung," ujar Adhon, disambut anggukan puluhan peserta pertemuan.
Dalam suasana santai namun sarat uneg-uneg, para penggemar catur saling menyuarakan keprihatinan. Mereka juga menyoroti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri yang dinilai ikut diam tanpa langkah nyata.
"Padahal tahun depan sudah ada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Tanpa pembinaan dan seleksi, bagaimana Kepri bisa punya atlet catur yang siap bertanding?" tambah Adhon.
Kritik serupa disampaikan Patra, perwakilan komunitas catur dari Kabupaten Bintan. Ia menyebut, sejak dua tahun terakhir tidak ada satu pun kegiatan resmi dari PERCASI Kepri, baik turnamen, pelatihan, maupun pembinaan.
"Akibatnya, banyak atlet muda dan senior memilih hengkang ke daerah lain. Atlet Batam pun kini banyak direkrut luar daerah karena Kepri tak punya wadah untuk berkembang," ujarnya.
Patra menegaskan, kompetisi adalah "ruh" olahraga catur. Menurutnya, ribuan anggota komunitas catur di Batam rutin berlatih, tetapi tak memiliki ajang resmi untuk mengasah kemampuan.
"Tanpa pertandingan, atlet tak bisa mengukur kemampuan dan strategi. Dua tahun terakhir Kepri seperti kehilangan denyut catur," kata Patra.
Nada kecewa juga datang dari Indra, penggemar catur senior berusia 60 tahun yang dikenal dengan cincin batu akik khasnya. Ia mencontohkan banyak atlet potensial Kepri kini membela daerah lain.
"Hamdan Yelvi, atlet senior kita, sudah pindah ke Belitung Timur dan menang di tingkat Sumatra. Wildan, atlet junior, kini memperkuat Banten. Kalau ini dibiarkan, Kepri bisa kehilangan generasi catur berikutnya," ujarnya.
Dalam forum tersebut, para penggemar catur Kepri akhirnya sepakat menyatakan mosi tidak percaya terhadap pengurus PERCASI Kepri. Mereka menuntut pengurus yang dinilai tidak mampu menjalankan pembinaan agar mundur secara terhormat.
"Kalau memang tidak mampu, lebih baik beri kesempatan kepada yang serius membangun catur Kepri," tegas Adhon, yang langsung diamini peserta lainnya.
Selain mengkritik, para pegiat catur juga menawarkan sejumlah solusi. Mereka mendorong agar turnamen tingkat provinsi digelar rutin, jalur seleksi atlet dibuka kembali, dan koordinasi antar-PERCASI kabupaten/kota diperkuat. Mereka berharap KONI dan Dispora Kepri ikut turun tangan membangkitkan kembali semangat olahraga catur di daerah ini.
"Gerakan catur harus hidup lewat pertandingan. Sekolah catur di Batam sudah ada, tapi tanpa kompetisi, anak-anak muda tak bisa menguji kemampuan mereka," tutup Patra.
Keresahan itu menjadi sinyal bahwa dunia catur Kepri sedang menghadapi masa krisis pembinaan. Di tengah diamnya pengurus, para pecinta catur kini berusaha menggugah kembali semangat olahraga berpikir tersebut agar Kepri tak kehilangan bibit unggul di atas papan hitam putih.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
