Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Penjelasan Disnakertrans Kepri Terkait Pekerja Tewas Tersengat Listrik di PT ASL Shipyard Tanjunguncang
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 31 Desember 2025 13:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Kecelakaan kerja fatal kembali terjadi di lingkungan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Kota Batam. Seorang pekerja subkontraktor dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat arus listrik saat menjalankan tugas di area Dock 1, Senin (29/12/2025) sore.
Korban diketahui bernama Ramli Syaifuddin (33), karyawan PT Vinnex Coatindo yang merupakan subkontraktor PT ASL Shipyard. Korban bekerja sebagai blaster painting dan saat kejadian tengah melakukan perbaikan pengecatan lambung kapal ASL Sentosa dengan IMO Number 9450882 sekitar pukul 14.30 WIB.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, menjelaskan kronologi awal peristiwa tersebut. Menurutnya, korban saat itu bekerja bersama seorang rekan bernama Joshua yang bertugas sebagai operator manlift.
"Keduanya menggunakan pesawat angkut jenis manlift untuk pekerjaan pengecatan. Namun saat manlift bergerak, diduga melintas tanpa menyadari adanya kabel listrik yang membentang dari box panel menuju main deck kapal," ujar Diky Wijaya, Rabu (31/12/2025).
Ia menyebutkan, boom atau lengan manlift diduga tersangkut kabel listrik tersebut sehingga menyebabkan korban tersengat aliran listrik. Korban sempat dilarikan ke Klinik PT ASL sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Elisabeth Tanjunguncang, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
"Korban tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jenazah telah dipulangkan ke kampung halaman di Larantuka, Nusa Tenggara Timur," tambahnya.
Menanggapi pertanyaan terkait insiden kecelakaan kerja sebelumnya di PT ASL Shipyard yang sempat menelan korban jiwa dan berujung pada penyegelan lokasi oleh Disnaker, Diky Wijaya menegaskan bahwa kejadian kali ini berlangsung di proyek yang berbeda.
"Ini berada di proyek yang berbeda, bukan di Federal II," tegas Diky, sekaligus memastikan bahwa insiden terbaru tidak terjadi di lokasi yang sebelumnya disegel.
Sementara itu, Kapolsek Batu Aji, AKP Bimo Dwi Lambang, membenarkan adanya kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja subkontraktor di kawasan PT ASL Shipyard. "Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut," ujar AKP Bimo.
Insiden ini kembali menambah daftar panjang kecelakaan kerja di sektor galangan kapal. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, PT ASL Shipyard tercatat telah kehilangan 19 pekerja akibat kecelakaan kerja dalam sejumlah peristiwa berbeda. Pada Juni 2025, empat pekerja dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, disusul empat bulan kemudian dengan peristiwa kebakaran dan ledakan kapal Federal II yang merenggut 11 korban jiwa.
Editor: Gokli

