Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Percepat Pelayanan, RSUD M. Sani Tambah Alat Finger Print Pasien BPJS Kesehatan

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 12 Juni 2023 19:32 WIB
rapat koordinasi dan harmonisasi antara RSUD Muhammad Sani, Dinas kesehatan Kabupaten Karimun dan BPJS kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan medis. (Istimewa)
rapat koordinasi dan harmonisasi antara RSUD Muhammad Sani, Dinas kesehatan Kabupaten Karimun dan BPJS kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan medis. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Guna mempercepat pelayanan kesehatan, RSUD M. Sani Karimun menambah alat finger print bagi pasien BPJS Kesehatan.

Kabid Pelayanan RSUD Muhammad Sani, dr. Ade Krisnawan mengatakan baru saja dilakukan rapat koordinasi dan harmonisasi antara RSUD Muhammad Sani, Dinas kesehatan Kabupaten Karimun dan BPJS kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan medis.

"Guna bisa memberikan pelayanan maksimal bagi pasien, finger print yang semula hanya 5 unit sekarang sudah ditambah 3 unit lagi sehingga total ada 8 unit," kata dr Ade saat dikonfirmasi, Senin (12/6/2023).

Terpisah, Kadis kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi mengatakan dalam rapat koordinasi dengan pihak RSUD Muhammad Sani dan BPJS kesehatan ada beberapa penyebab lamanya waktu tunggu di RSUD Muhammad Sani yakni pertama karena adanya perubahan aplikasi RSUD Muhammad Sani dari Pilar ke Kanza yang membutuhkan waktu penyesuaian dan bridging dengan BPJS kesehatan

Penyebab kedua yakni adanya peningkatan jumlah rujukan pasien yang berobat ke RSUD Muhammad Sani dan yang ketiga adanya penerapan pelayanan di RSUD Muhammad Sani menggunakan digitalisasi atau elektronik yang juga perlu penyesuaian.

"Untuk penerapan sidik jari atau fingerprint bagi pasien BPJS kesehatan yang ingin berobat di RSUD Muhammad Sani masih tetap digunakan dan tidak bisa dihilangkan karena kebijakan yang dibuat BPJS kesehatan tersebut merupakan aturan nasional," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan pihak RSUD Muhammad Sani untuk mengurangi waktu tunggu pasien, antara lain dengan menambah tenaga IT dari semula 2 orang menjadi 5 orang.

"Selain itu perlu dilakukan penambahan ruang pendaftaran di beberapa poli, pemberian nomor antrian lebih awal yaitu jam 6 pagi dan juga menyurati puskesmas agar rujukan pasien ke RSUD menggunakan pendaftaran JKN Mobile," pungkasnya.

Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan