Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Perempuan Jadi Garda Terdepan, Bintan Dorong Terbentuknya Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 20 Juni 2025 14:48 WIB
Ketua TP PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani, dalam usai membuka Rapat Forum Perempuan Perintis Penggerak Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) Tahun 2025. (Foto: Istimewa)
Ketua TP PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani, dalam usai membuka Rapat Forum Perempuan Perintis Penggerak Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) Tahun 2025. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar Rapat Forum Perempuan Perintis Penggerak Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) Tahun 2025.

Kegiatan ini dilangsungkan di Kawaland Glamping Resort, Gunung Kijang, Rabu (18/6/2025), dan diikuti oleh para Ketua TP PKK Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Bintan.

Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani, menekankan pentingnya peran perempuan sebagai ujung tombak dalam membentuk desa yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak. Menurutnya, program DRPPA adalah bagian dari strategi pembangunan yang menempatkan kesetaraan gender dan pemenuhan hak anak sebagai pilar utama.

"Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak merupakan bentuk integrasi perspektif gender dan perlindungan anak ke dalam sistem pembangunan desa yang menyeluruh dan berkelanjutan," ujar Hafizha, saat membuka kegiatan.

Hafizha menyebut, para Ketua TP PKK Desa dan Kelurahan adalah agen perubahan yang diharapkan mampu menggerakkan komunitasnya untuk membentuk DRPPA secara konkret di wilayah masing-masing. "Saya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kepada seluruh Ketua PKK, saya harapkan DRPPA segera dibentuk dan dilaksanakan di desa dan kelurahan masing-masing," tambahnya.

Namun, di tengah upaya yang telah dilakukan, Hafizha menggarisbawahi bahwa tantangan serius masih membayangi, seperti perkawinan usia anak, kekerasan dalam rumah tangga, penelantaran, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dalam forum tersebut, Hafizha mengajak seluruh perempuan penggerak untuk aktif tidak hanya dalam pemberdayaan, tetapi juga dalam tindakan preventif dan responsif terhadap persoalan yang dihadapi perempuan dan anak di tingkat desa.

"Memperjuangkan hak dan kepentingan terbaik perempuan dan anak bukan pekerjaan ringan. Ini perjuangan tanpa batas waktu yang harus melibatkan seluruh elemen desa, mulai dari tokoh masyarakat, kader, relawan, hingga perempuan dan anak itu sendiri," tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar program DRPPA menjadi gerakan kolektif yang mampu menjawab berbagai dampak dari sistem pembangunan yang belum sepenuhnya berpihak, serta menciptakan lingkungan desa yang inklusif, aman, dan sejahtera bagi semua warga.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan