Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Perkuat Ekosistem Pangan Nasional, Kemendikdasmen Integrasikan Literasi dan Pendidikan Vokasi
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Kamis, 16 Oktober 2025 13:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Badan Bahasa, Badan Pangan Nasional, serta dunia usaha dan industri (DUDI) untuk mengintegrasikan literasi dan pendidikan vokasi sebagai strategi memperkuat ekosistem pangan nasional yang berkelanjutan.
Kolaborasi lintas sektor ini ditandai dengan penyelenggaraan Gelar Wicara bertema "Integrasi Literasi dan Pendidikan Vokasi dalam Ekosistem Pangan Nasional" di Graha Lantai 3 Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami makna dan berpikir logis melalui penggunaan bahasa yang baik dan benar.
"Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sarana berpikir dan membangun pengetahuan," ujar Hafidz.
Ia juga menegaskan, penguatan literasi kini memiliki dasar hukum yang jelas melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia. Selain itu, Hafidz mengumumkan kabar membanggakan bahwa bahasa Indonesia telah resmi menjadi bahasa kerja dalam Sidang Umum UNESCO.
"Alhamdulillah, tahun ini untuk pertama kalinya bahasa Indonesia akan dikumandangkan di forum UNESCO. Ini momen bersejarah bagi bangsa," ucapnya.
Badan Bahasa terus berinovasi untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, di antaranya dengan penyempurnaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang kini memuat lebih dari 208.000 kosakata, penerapan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), serta pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Menurut Hafidz, program UKBI kini menjadi instrumen penting dalam penguatan kompetensi guru dan siswa, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan (PK). "Setiap guru vokasi diwajibkan memiliki sertifikat UKBI sebagai bukti kompetensi berbahasa. Literasi yang kuat menjadi dasar berpikir kritis dan produktif," jelasnya.
Ia menambahkan, integrasi literasi dan pendidikan vokasi harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan pemerintah, industri, sekolah, dan masyarakat. "Gerakan ini akan melahirkan generasi literat, terampil, dan mandiri, sehingga mampu mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan bangsa," tegas Hafidz.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rinna Syawal, menyoroti pentingnya literasi pangan di kalangan generasi muda. "Kita semua makan setiap hari, tapi belum tentu paham makna dan nilai dari pangan itu sendiri. Literasi pangan penting agar kita bijak mengonsumsi dan menghargai produk lokal," ujar Rinna.
Ia menilai pola konsumsi anak muda, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha, perlu mendapat perhatian serius. "Mereka cenderung mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Akibatnya, kasus diabetes dan obesitas mulai muncul pada anak usia 10 hingga 14 tahun," jelasnya.
Rinna mendorong dunia pendidikan untuk memperkuat edukasi tentang pangan sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur PT Banjarnegara Agro Mandiri, Trisila Juwantara, menegaskan pentingnya kemitraan antara industri dan lembaga pendidikan vokasi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan berwirausaha di sektor pangan.
"Kami berkolaborasi dengan SMK melalui teaching factory agar siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung mengolah produk lokal seperti nanas dan salak menjadi produk bernilai jual tinggi," tutur Trisila.
Kegiatan diakhiri dengan pameran karya siswa SMK percontohan di bidang kuliner dan pengolahan pangan, yang menampilkan inovasi berbasis potensi lokal. Pameran tersebut menjadi simbol nyata sinergi antara pendidikan, bahasa, dan industri dalam membangun ekosistem pangan nasional yang berkelanjutan.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
