Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar Tegaskan Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 14 Januari 2026 10:08 WIB
(Ki-ka) Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Candra, Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh, Wali Kota Batam Amsakar Achmad. (Foto: Aldy/BTD)
(Ki-ka) Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Candra, Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh, Wali Kota Batam Amsakar Achmad. (Foto: Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Kota Batam terus mendorong peningkatan kinerja dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) melalui penguatan manajemen talenta. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penempatan ASN harus dilakukan berdasarkan kompetensi dan kapasitas guna mendukung percepatan pencapaian Asta Cita.

Penegasan tersebut disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Sosialisasi Manajemen Talenta di lingkungan Pemko Batam yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakrulloh, sebagai bagian dari upaya penguatan sistem merit dalam pengelolaan kepegawaian daerah. Hadir pula Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Deputi Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN Herman, serta pejabat tinggi BKN Pusat dan Regional XII.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa manajemen talenta bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan ASN ditempatkan sesuai dengan keahlian dan potensi yang dimiliki. Penempatan yang tepat, menurutnya, akan berkontribusi langsung terhadap efektivitas organisasi dan pencapaian visi pembangunan daerah.

"Manajemen talenta bertujuan membentuk ASN yang berintegritas dan berkompeten. Penempatan pegawai harus mengedepankan profesionalisme agar kinerja meningkat dan pelayanan publik semakin optimal," kata Amsakar.

Ia juga menyinggung tantangan birokrasi dan dinamika regulasi yang menuntut kesamaan pandangan antara pimpinan daerah dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Keselarasan visi dinilai penting agar roda pemerintahan berjalan efektif dan tidak terhambat kepentingan politik.

"Pemerintahan harus berada dalam satu garis yang sama. Jika pimpinan dan jajarannya tidak searah, persoalan daerah akan sulit ditangani. ASN harus bersikap profesional, fokus pada kinerja, dan mendukung visi-misi demi kepentingan masyarakat Batam," tegasnya.

Meski demikian, Amsakar mengapresiasi capaian kinerja Pemko Batam yang tercermin dari sejumlah indikator makro ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Batam saat ini berada di kisaran 6,8 hingga 6,9 persen, mendekati target 7 persen. Realisasi investasi tercatat sebesar Rp54,74 triliun atau sekitar 91 persen dari target, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 83,8, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.

"Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif. Pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan IPM yang tinggi menunjukkan sektor pendidikan dan kesehatan berjalan dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh, menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta yang selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI. Menurutnya, sistem tersebut harus mampu menghasilkan ASN yang siap mengeksekusi program prioritas kepala daerah secara cepat dan terukur.

"Kita harus beralih dari pendekatan politis ke teknokratik. ASN perlu memiliki kontrak kinerja yang jelas, dengan target dan indikator yang terukur. Ini bagian dari percepatan Pro-ASN agar birokrasi benar-benar menjadi penggerak pembangunan," kata Zudan.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan