Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Posyandu Kasih Bunda Bintan Wakili Kepri di Ajang Posyandu Berprestasi Nasional 2025
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Jumat, 17 Oktober 2025 11:49 WIB
BATAMTODAY.COM, Bintan - Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Bintan. Posyandu Kasih Bunda dari Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara, berhasil masuk nominasi Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2025, mewakili Provinsi Kepulauan Riau.
Posyandu yang diketuai Yulian Yuliani ini akan bersaing dengan posyandu unggulan dari seluruh provinsi di Indonesia. Melalui tujuh inovasi kreatif, Posyandu Kasih Bunda menunjukkan konsistensi dalam menjawab isu strategis bidang kesehatan masyarakat.
Tujuh inovasi tersebut meliputi:
- SAPO TAHU (Sayuran Hidroponik untuk Ketahanan Pangan Keluarga),
- GEBER SEHAT (Gerakan Bersama Senam Sehat),
- RAJAS (Ramuan Jamu Sehat),
- GERJEB (Gerakan Jemput Balita),
- GERMAS TAN (Gerakan Masyarakat Tanam),
- GERSAYBU (Gerakan Sayang Ibu), serta
- Reward Balita ASI Eksklusif sebagai bentuk apresiasi terhadap ibu dan anak yang sukses menjalani program ASI eksklusif.
Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Bintan, Hafizha, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, nominasi nasional ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
"Ini kebanggaan bagi seluruh kader Posyandu di Bintan. Semua inovasi telah dipaparkan dengan baik. Apapun hasilnya, kami akan terus berkomitmen memperkuat pelayanan melalui inovasi dan terobosan baru," ujar Hafizha usai mendampingi tim Posyandu Kasih Bunda dalam presentasi dan penilaian virtual oleh Tim Pusat di Gedung Daerah Kepri, Kamis (16/10/2025).
Hafizha menegaskan, pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk memperkuat komitmen pelayanan posyandu yang lebih berkualitas dan inovatif.
Dua inovasi utama yang menjadi sorotan nasional adalah SAPO TAHU dan GERJEB. Kedua program ini sejalan dengan Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Melalui pendekatan partisipatif berbasis potensi lokal, program ini membantu anak berisiko stunting memperoleh asupan gizi segar dari tanaman hidroponik di pekarangan rumah.
Program Gerakan Jemput Balita (GERJEB) juga memberikan dampak signifikan. Tingkat kunjungan balita ke posyandu meningkat hingga 98 persen, sementara 2 persen sisanya mendapat layanan jemput bola dari kader posyandu yang melakukan pengecekan langsung ke rumah, mencakup penimbangan, pengukuran, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
