Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Potret Pilu Janda Empat Anak Tinggal di Rumah Reot Kampung Jago Bintan Utara

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 15 Juli 2025 09:48 WIB
Kondisi dalam rumah tempat tinggal Septi Lestari bersama keempat anaknya. (Foto: Istimewa)
Kondisi dalam rumah tempat tinggal Septi Lestari bersama keempat anaknya. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Hidup dalam serba keterbatasan, Septi Lestari (40), seorang ibu tunggal di RT 1/RW 1, Kampung Jago, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, yang terus berjuang membesarkan keempat anaknya di tengah kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

Sejak suaminya meninggal dunia setahun lalu, Septi harus menghidupi anak-anaknya seorang diri. Anak pertamanya, Hasti Saputri (16), terpaksa menghentikan pendidikan usai lulus SMP karena tidak ada biaya. Ia memilih membantu sang ibu demi mencukupi kebutuhan keluarga. Sementara dua anak lainnya masih duduk di bangku SMP kelas 1 dan SD kelas 3. Anak bungsunya, Faizen Satriawan, baru berusia 3 tahun.

"Sejak ditinggal almarhum suami, hidup makin sulit. Buat makan saja susah, apalagi biaya sekolah," kata Septi saat ditemui BATAMTODAY.COM di kediamannya, Senin (14/7/2025) sore.

Mereka tinggal di rumah sederhana yang sudah lapuk dimakan usia. Sebagian jendela rumah sudah tidak ada, dan kondisi bangunan pun memprihatinkan. Septi menuturkan, rumah itu berdiri di atas lahan milik orangtua angkatnya yang dulu sempat mengizinkan mereka menetap di sana.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Septi hanya mengandalkan hasil dari kebun kelapa di sekitar rumah. Dari hasil panen bulanan, ia hanya bisa mendapatkan sekitar Rp300 ribu. Ditambah bantuan tunai pemerintah serta pekerjaan serabutan seperti mencuci pakaian tetangga, total penghasilannya tak sampai Rp1 juta per bulan.

"Ada keinginan untuk kerja, tapi anak paling kecil masih butuh perhatian. Saya harus tetap di rumah," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Septi mengaku, ia kerap menunggu anak-anak pulang sekolah atau saat libur untuk menitipkan sang adik, agar dirinya bisa keluar mencari tambahan penghasilan.

Meski hidup serba kekurangan, Septi tetap optimistis dan berusaha sekuat tenaga agar anak-anaknya bisa tumbuh layak seperti anak-anak lainnya.

"Saya hanya ingin mereka tumbuh sehat dan bisa sekolah. Semoga suatu saat nanti, kami bisa keluar dari kondisi ini," harapnya penuh doa.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan