Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Prabowo Tutup Rangkaian KTT BRICS 2025, Indonesia Resmi Jadi Anggota Penuh
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 8 Juli 2025 11:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menuntaskan rangkaian agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang berlangsung selama dua hari pada 6-7 Juli 2025 di Rio de Janeiro, Brasil.
Kehadiran Presiden Prabowo menandai keikutsertaan Indonesia untuk pertama kalinya sebagai anggota penuh BRICS, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi Indonesia.
"Jadi hari ini dan kemarin tepatnya tanggal 6 hari Minggu, kemudian sekarang tanggal 7 hari Senin, Juli 2025, Bapak Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT BRICS," ujar Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya di Rio de Janeiro, demikian dikutip laman Setkab.
Teddy menjelaskan, keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan langkah strategis Presiden Prabowo untuk memperluas kerja sama internasional. "Ini artinya ada sejarah baru, Indonesia secara resmi mengikuti KTT BRICS yang pertama kali. Dan ini adalah inisiasi dari Bapak Presiden," tutur Teddy.
Menurut Teddy, Indonesia telah diterima serta mendapatkan dukungan dari negara-negara anggota BRICS pada tahun yang sama, sebelum akhirnya resmi tercatat sebagai anggota penuh. "Dari awalnya BRICS lima negara, kemudian berkembang sehingga Indonesia menjadi anggota resmi ke-10 dari 11. Jadi satu, Arab Saudi, belum resmi," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa prinsip Presiden Prabowo dalam menjalin hubungan internasional didasarkan pada semangat persahabatan dan kolaborasi. "Pak Presiden beliau dari dulu menganut seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Sehingga bagaimana caranya Indonesia berkolaborasi, kemudian sebanyak mungkin bergabung dengan organisasi-organisasi, sehingga inilah BRICS salah satunya yang kita bergabung," tambah Teddy.
Teddy menyebutkan, BRICS kini mewakili hampir separuh populasi dunia dan menyumbang sekitar 35 persen dari produk domestik bruto (PDB) global, sehingga menjadi forum strategis untuk kepentingan Indonesia.
"Tadi secara resmi ada 28 negara dan Kepala Negara, Kepala Pemerintahan. Jadi 10 anggota BRICS, kemudian ada 10 partner countries, kemudian ada 8 tamu. Dan ini banyak sekali yang antri untuk masuk BRICS. Dan ini menunjukkan bahwa Indonesia makin didengar, makin diperhatikan, makin dipandang, dan makin dibutuhkan di dunia global," tandas Teddy.
Dengan keanggotaan penuh di BRICS, Indonesia diharapkan mampu memperkuat peran strategisnya dalam percaturan ekonomi dan politik global, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara berkembang.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
