Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Pria 19 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kos Greenland Batam

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 7 November 2025 15:28 WIB
Unit Reskrim dan Inafis Polresta Barelang tiba di lokasi ditemukannya seorang pria tewas tergantung untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kamis (6/11/2025). (Istimewa)
Unit Reskrim dan Inafis Polresta Barelang tiba di lokasi ditemukannya seorang pria tewas tergantung untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kamis (6/11/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Warga Perumahan Greenland, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria yang tewas tergantung di kamar kos Blok E2 No 12A, Kamis (6/11/2025) sore.

Korban diketahui bernama Yufan Sugandi Fau (19), warga asal Orahili Fau, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 16.45 WIB oleh salah satu penghuni kos yang hendak berangkat kerja.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, korban ditemukan dengan leher terjerat tali yang diikat pada ventilasi pintu kamarnya.

"Awalnya saksi hendak keluar untuk bekerja. Saat melewati kamar korban, ia melihat korban sudah tergantung. Saksi kemudian melapor ke pemilik kos dan ketua RT sebelum diteruskan ke pihak kepolisian," ujar Bobby.

Pemilik kos, Zuna Farida, mengatakan terakhir kali berkomunikasi dengan korban sekitar pukul 08.00 WIB melalui pesan WhatsApp terkait pembayaran sewa kamar. Pesan tersebut sempat dibalas korban. Namun beberapa jam kemudian, Zuna mendapat kabar bahwa penghuni kosnya telah ditemukan meninggal dunia.

Sekitar pukul 17.30 WIB, tim Polsek Batam Kota bersama Unit Reskrim dan Inafis Polresta Barelang tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Bhayangkara menuju Rumah Sakit Bhayangkara Batam guna pemeriksaan medis lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, selain bekas lilitan tali di leher. Pihak dokter forensik menyebutkan bahwa penyebab pasti kematian baru dapat dipastikan setelah proses autopsi dilakukan.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif di balik dugaan tindakan bunuh diri tersebut. "Kami masih mendalami keterangan saksi dan keluarga korban untuk memastikan penyebab pasti kematian,” tambah Iptu Bobby.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan