Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Prof Eddy Pratomo Tegaskan Peran Penting Indonesia dalam Isu Hukum Laut di Dili International Conference

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 19 Mei 2025 11:48 WIB
Dili International Conference bertajuk 'Navigating Challenges: Law of the Sea and Maritime Dispute Settlement', yang berlangsung pada 15-16 Mei 2025 di Dili, Timor Leste. (Kemlu)
Dili International Conference bertajuk 'Navigating Challenges: Law of the Sea and Maritime Dispute Settlement', yang berlangsung pada 15-16 Mei 2025 di Dili, Timor Leste. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pakar hukum laut internasional asal Indonesia, Prof Dr Eddy Pratomo, tampil sebagai pembicara kunci dalam Dili International Conference bertajuk 'Navigating Challenges: Law of the Sea and Maritime Dispute Settlement', yang berlangsung pada 15-16 Mei 2025 di Dili, Timor Leste.

Konferensi ini menjadi panggung penting bagi diskusi regional mengenai penyelesaian sengketa maritim secara damai berdasarkan hukum internasional.

Dalam sesi paparannya, Prof Eddy --yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila dan dicalonkan sebagai hakim International Tribunal for the Law of the Sea (ITLOS) periode 2026–2035-- menggarisbawahi kontribusi aktif Indonesia dalam pengembangan hukum laut internasional. Ia menyoroti pengalaman diplomatik Indonesia dalam menetapkan batas maritim sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

"Indonesia konsisten menekankan pendekatan damai dan berbasis hukum internasional dalam menyelesaikan persoalan batas maritim. Prinsip ini menjadi fondasi dalam diplomasi maritim kita," ujar Prof Eddy dalam presentasinya, demikian dikutip laman Kemlu.

Prof Eddy juga mengingatkan pentingnya pengakuan internasional atas konsep Negara Kepulauan, yang dicetuskan Indonesia dan kini telah menjadi bagian integral dari Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS 1982).

Konferensi internasional yang dibuka oleh Presiden Timor Leste, Ramos Horta, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Presiden ITLOS, pejabat senior dari negara-negara Asia Pasifik, ASEAN, G7+ Group of Fragile Nations, serta negara-negara berbahasa Portugis. Forum ini bertujuan membangun dialog terbuka dan kolaboratif mengenai penyelesaian sengketa batas laut melalui mekanisme yang adil dan berkelanjutan.

Sebagai mantan Utusan Khusus Presiden RI untuk Penetapan Batas Maritim, Prof Eddy membagikan strategi Indonesia dalam mengatur batas maritimnya, seperti penerapan garis pangkal lurus kepulauan sesuai ketentuan UNCLOS. "Pendekatan diplomatik dan yuridis yang diterapkan Indonesia dapat menjadi referensi penting bagi negara lain dalam menghadapi persoalan serupa," jelasnya.

Kehadiran Prof Eddy dalam forum ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berkomitmen pada prinsip penyelesaian damai di tengah tantangan geopolitik maritim yang kian kompleks. Pengalaman dan kepakarannya dinilai memberikan kontribusi berarti bagi pemahaman peserta tentang dinamika penetapan batas maritim.

Sebagai bagian dari agenda konferensi, digelar pula resepsi diplomatik untuk menggalang dukungan atas pencalonan Prof Eddy sebagai hakim ITLOS. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan diplomatik dari 20 negara sahabat serta pejabat dari Kementerian Luar Negeri Timor Leste.

Partisipasi aktif Indonesia, melalui tokoh seperti Prof. Eddy, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas kawasan melalui mekanisme hukum yang adil, sejalan dengan semangat kerja sama dan integrasi maritim yang diusung ASEAN dan mitra-mitranya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan