Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Proyek Cut and Fill Taman Raya Tahap III Picu Kecelakaan, Keselamatan Warga Terancam

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 7 Januari 2026 12:48 WIB
Aktivitas cut and fill di kawasan Taman Raya Tahap III, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, sebabkan jalan berlumpur. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)
Aktivitas cut and fill di kawasan Taman Raya Tahap III, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, sebabkan jalan berlumpur. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Aktivitas cut and fill di kawasan Taman Raya Tahap III, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, kembali memicu insiden kecelakaan lalu lintas. Tak ayal, proyek ini pun menuai kecaman warga.

Lumpur tebal dari area proyek dilaporkan menutup badan jalan penghubung Perumahan Botania-Taman Raya, Selasa (7/1/2026) pagi, sehingga membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat hujan dan jam sibuk antar anak sekolah.

Ali, warga Botania yang melintas di lokasi saat mengantar anaknya ke sekolah, menyebut kondisi jalan sangat berisiko karena tertutup lumpur pekat hingga permukaan aspal tidak terlihat. "Tadi jalan sangat padat. Saya melihat setidaknya dua sepeda motor sudah jatuh, pengendaranya sampai duduk di tepi jalan," ujar Ali.

Menurutnya, warga sekitar langsung turun tangan membantu para korban dan memindahkan kendaraan ke pinggir jalan agar arus lalu lintas tetap berjalan. Ia menjelaskan, lumpur berasal dari tanah proyek yang berada lebih tinggi dari jalan utama dan mengalir deras saat hujan turun.

"Aspalnya sudah tidak kelihatan sama sekali, semuanya tertutup lumpur cokelat yang pekat dan lengket," katanya.

Ali menambahkan, sejumlah pengendara lain juga mengaku telah melihat kecelakaan serupa terjadi sebelum dirinya melintas. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan serta kepadatan kendaraan di pagi hari. "Jam antar anak sekolah, hujan, jalan licin. Ban motor jadi lengket karena lumpur," ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, warga setempat berinisiatif menyebarkan informasi melalui media sosial dan grup WhatsApp agar pengguna jalan lebih berhati-hati. Aparat kepolisian juga sempat terlihat berjaga di beberapa titik untuk mengatur lalu lintas di tengah hujan.

"Polisi sempat mengatur arus di sekitar tiga titik. Jalan berlumpur hampir satu kilometer," tambah Ali.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB menunjukkan sejumlah pekerja masih melakukan pembersihan sisa lumpur di badan jalan, meski kondisi cuaca belum sepenuhnya membaik. Sebuah alat berat tampak masih beroperasi di area proyek, sementara beberapa pekerja menggunakan sekop untuk membersihkan lumpur di tepi jalan utama Perumahan Taman Raya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Salman. Ia menyebut kondisi jalan di sekitar proyek kerap berubah menjadi lintasan berbahaya setiap kali hujan turun, meski dengan intensitas ringan.

"Baru hujan sebentar saja, jalan langsung penuh lumpur. Tadi ada informasi beberapa motor kembali jatuh," kata Salman.

Menurutnya, tanah hasil pemotongan proyek langsung mengalir ke jalan karena tidak dilengkapi pengaman atau saluran penahan yang memadai. "Tanah bekas cut and fill itu langsung turun ke jalan kalau hujan," ujarnya.

Salman juga mengungkapkan bahwa warga Perumahan Taman Raya sempat memprotes pihak kontraktor beberapa hari sebelumnya karena dampak proyek tersebut terhadap keselamatan lingkungan. "Sudah pernah kami ributkan. Bahkan ada mantan anggota dewan yang tinggal di sini melihat langsung tebalnya lumpur itu," ungkapnya.

Namun hingga kini, identitas kontraktor proyek tersebut belum diketahui secara jelas. Di lokasi proyek tidak terlihat papan informasi atau plang perusahaan sebagaimana mestinya.

"Saya tidak tahu siapa kontraktornya. Informasinya mau dibangun ruko, tapi papan proyek tidak ada sama sekali," tegas Salman.

Minimnya informasi proyek dan berulangnya insiden kecelakaan membuat warga mempertanyakan pengawasan pemerintah terhadap aktivitas pembangunan di kawasan tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait persoalan ini, Kepala Biro Umum BP Batam, Muhammad Taofan, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan