Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Pulau Selentang, Permata Tersembunyi di Gugusan Tambelan

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 19 Juni 2025 11:08 WIB
Pulau Selentang --salah satu pulau kecil di sisi barat Pulau Tambelan, Kepulauan Bintan, menyimpan panorama luar biasa. (Foto: Harjo)
Pulau Selentang --salah satu pulau kecil di sisi barat Pulau Tambelan, Kepulauan Bintan, menyimpan panorama luar biasa. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Di sisi barat Pulau Tambelan, Kepulauan Bintan, berdiri anggun sebuah pulau kecil yang menyimpan panorama luar biasa: Pulau Selentang. Pulau ini bak permata tersembunyi yang belum sepenuhnya tersentuh geliat industri pariwisata modern, namun justru itulah yang membuatnya istimewa.

Hamparan pasir putih berpadu harmonis dengan jejeran batu karang besar yang tersusun alami di sepanjang garis pantai, menciptakan lanskap yang memanjakan mata. Laut biru jernih di sekitarnya menyimpan terumbu karang yang masih perawan dan kaya akan biota laut. Bagi para pencinta snorkeling dan penyelaman, Pulau Selentang bukan sekadar destinasi, melainkan surga bawah laut yang jarang ditemukan.

Untuk mencapai pulau ini, wisatawan hanya perlu menempuh perjalanan laut sekitar 30 menit dari Pulau Tambelan. Meski terpencil, daya tarik Pulau Selentang telah menggema hingga ke mancanegara. Sejumlah wisatawan dari Amerika dan Australia tercatat pernah datang khusus untuk menikmati keindahannya.

Perjalanan ke Pulau Selentang sekitar 30 menit dari Pulau Tambelan. (Foto: Harjo)

Tak sekadar elok dipandang, pulau ini juga menyimpan jejak sejarah dan kehidupan yang terus berdenyut. Usman Bakar (70), penduduk asli Pulau Selentang, telah tinggal di sana sejak kecil. Ia merupakan generasi keempat dari keluarga yang mendiami pulau itu secara turun-temurun.

"Kami adalah keturunan keempat yang tinggal di sini. Pulau ini telah menjadi tempat kami menggantungkan hidup --sebagai nelayan sekaligus petani. Kami menanam kelapa, pisang, dan tanaman tahunan lainnya," ujar pria yang akrab disapa Pak Ude Man, saat ditemui bersama tim Diskominfo Bintan, Rabu (18/6/2025).

Meskipun memiliki rumah di Kampung Hilir, Tambelan, Pak Ude Man lebih sering menghabiskan waktunya di Selentang, menjaga dan merawat tanah leluhurnya. "Kakek dan nenek saya sejak dulu sudah menjadikan pulau ini sebagai sumber penghidupan. Maka, kami merasa bertanggung jawab untuk menjaga keasliannya," jelasnya sembari tersenyum.

Nama 'Selentang' sendiri, menurut cerita keluarga Pak Ude Man, diberikan oleh orang Belanda pada masa penjajahan. Oleh sebab itu, ada juga yang menyebutnya Pulau Selintang.

Pulau Selentang bukan sekadar destinasi, melainkan surga bawah laut yang jarang ditemukan. (Foto: Harjo)

Meskipun telah banyak dikunjungi wisatawan, pengelolaan Pulau Selentang hingga kini masih bersifat mandiri oleh keluarga Pak Ude Man. Namun, ia menyadari pentingnya pengelolaan profesional agar keindahan dan kenyamanan pulau tetap terjaga.

"Kami ingin agar wisatawan merasa nyaman. Ke depan, pengelolaan pantai akan kami tingkatkan agar tetap alami, tapi lebih tertata," ungkapnya.

Pak Ude Man juga terbuka terhadap kerja sama dengan pihak luar, selama prinsip pelestarian alam tetap menjadi prioritas. "Kalau ada yang ingin bekerja sama secara profesional, kami terbuka. Asal jangan merusak. Alam di sini harus tetap lestari, baik terumbu karang, hutan, maupun pantainya," tegasnya.

Pulau Selentang memang bukan destinasi wisata yang ramai dan mewah. Namun justru dalam keheningannya, ia menyimpan kekuatan: ketenangan, keaslian, dan keindahan yang menyentuh batin. Sebuah 'raja kecil' di gugusan Tambelan yang menunggu untuk dikenali lebih luas --dengan tetap menjunjung tinggi harmoni antara manusia dan alam.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan