Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Rambu Lalin Penunjuk Jalan Tertutup Pepohonan, Warga Luar Batam Ini Pun Empat Kali Kesasar
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Sabtu, 17 Januari 2015 12:10 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Sejumlah rabu lalu lintas penunjuk arah di jalan raya Batam tertutup pepohonan. Akibatnya, warga yang berasal dari luar Batam, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Pekanbaru, sempat kesasar di Jalan Engku Putri, Batam Centre, saat hendak menuju Nagoya.
Firman (29), warga asal Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, misalnya, mengaku sempat kebingungan saat menuju Nagoya. Beberapa marka jalan yang dilihatnya tidak jelas karena tertutup dedaunan yang berada di sepanjang jalan di Simpang Jam.
"Bang, ke Nagoya arah mana ya, Bang?" tanyanya kepada BATAMTODAY.COM, saat mengendara sepeda motornya di Simpang Jam, Sabtu (17/01/2015).
Hal yang sama juga dirasakan oleh Amru (32). Warga asal Pekanbaru yang hendak liburan ke Batam ini juga kesasar beberapa kali di tempat yang sama karena papan penunjuk jalan yang juga tertutup dedaunan. Bahkan rambu-rambu lalu lintas lainnya juga nyaris tidak terlihat karena terlindung oleh dedaunan.
"Kan nggak mungkin kita berhenti di tengah jalan saat kendaraan lainnya tengah melaju. Adalah empat kali saya kesasar di tempat yang sama. Sekarang saya ini di jalan apa?" tanyanya.
Pantauan di beberapa titik perempatan lampu merah tempat dipasangnya marka jalan, memang terlihat terlindung dan membingungkan bagi pengunjung asal daerah lain. Seperti di Simpang Jam, Seipancur, Batuaji dan Tiban, sehingga menyulitkan pengendara lokal maupun warga pendatang untuk melihat peringatan-peringatan atau imbauan seputar lalu lintas. (*)
Editor: Roelan
Firman (29), warga asal Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, misalnya, mengaku sempat kebingungan saat menuju Nagoya. Beberapa marka jalan yang dilihatnya tidak jelas karena tertutup dedaunan yang berada di sepanjang jalan di Simpang Jam.
"Bang, ke Nagoya arah mana ya, Bang?" tanyanya kepada BATAMTODAY.COM, saat mengendara sepeda motornya di Simpang Jam, Sabtu (17/01/2015).
Hal yang sama juga dirasakan oleh Amru (32). Warga asal Pekanbaru yang hendak liburan ke Batam ini juga kesasar beberapa kali di tempat yang sama karena papan penunjuk jalan yang juga tertutup dedaunan. Bahkan rambu-rambu lalu lintas lainnya juga nyaris tidak terlihat karena terlindung oleh dedaunan.
"Kan nggak mungkin kita berhenti di tengah jalan saat kendaraan lainnya tengah melaju. Adalah empat kali saya kesasar di tempat yang sama. Sekarang saya ini di jalan apa?" tanyanya.
Pantauan di beberapa titik perempatan lampu merah tempat dipasangnya marka jalan, memang terlihat terlindung dan membingungkan bagi pengunjung asal daerah lain. Seperti di Simpang Jam, Seipancur, Batuaji dan Tiban, sehingga menyulitkan pengendara lokal maupun warga pendatang untuk melihat peringatan-peringatan atau imbauan seputar lalu lintas. (*)
Editor: Roelan
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
