Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Restoran di New York Ini Larang Pemberian Tip
Oleh: Admin • Dibaca: 100 kali
Kamis, 13 Juni 2013 00:00 WIB
NEW YORK - Pengunjung restoran kerap memberi tip pada pegawai restoran
atas pelayanan yang baik. Hal ini berlaku pada resto biasa hingga kelas
atas. Namun, sebuah resto sushi di New York melarang pemberian tip pada
pelayannya.
Menurut Zagat Survey, rata-rata lebih dari 4.000 restoran di New York City, Amerika Serikat menerima tip sebesar 19,1 persen. Namun, pemberian tip ini tidak akan berlaku lagi di restoran sushi kelas atas, Sushi Yasuda.
Sushi Yasuda mengubah cara berpikir warga New York City tentang pemberian tip bagi para pegawainya. Pihak manajemen restoran akan memberi kompensasi para pegawai dengan gaji dan tunjangan, sehingga mereka tidak bergantung pada tip. Menurut New York Times, jika pelanggan meninggalkan tip, pegawai akan segera mengembalikannya.
Tidak memberi tip pada pegawai restoran mungkin merupakan konsep asing untuk pelanggan di Amerika Serikat, namun hal ini sudah umum dilakukan di Jepang.
Salah satu pemilik restoran, Scott Rosenberg berujar, “Alasan kami memberlakukan larangan pemberian tip adalah berdasarkan apa yang terjadi di Jepang. Kami berpikir, betapa hebatnya bila Anda pergi ke restoran tanpa harus berpikir tentang tip.â€
Sejauh ini, konsep yang telah diberlakukan belum dipahami semua pelanggan. Padahal, didalam menu sudah dituliskan pemberitahuan, “Mengikuti kebiasaan di Jepang, pegawai Sushi Yasuda telah sepenuhnya menerima kompensasi dari gaji mereka. Oleh karenanya, pemberian tip tidak kami terima. Terima kasih.â€
Beberapa pelanggan bahkan mengeluh, jika mereka tahu tentang kebijakan no-tipping, mereka akan memesan sushi lebih banyak.Sushi Yasuda bukan restoran pertama yang menerapkan larangan pemberian tip. Menurut Bloomberg, restoran The Linkery di San Diego dan Austin’s Black Star Co-op telah menerapkan kebijakan ini lebih dulu.
Sumber: food.detik.com
Menurut Zagat Survey, rata-rata lebih dari 4.000 restoran di New York City, Amerika Serikat menerima tip sebesar 19,1 persen. Namun, pemberian tip ini tidak akan berlaku lagi di restoran sushi kelas atas, Sushi Yasuda.
Sushi Yasuda mengubah cara berpikir warga New York City tentang pemberian tip bagi para pegawainya. Pihak manajemen restoran akan memberi kompensasi para pegawai dengan gaji dan tunjangan, sehingga mereka tidak bergantung pada tip. Menurut New York Times, jika pelanggan meninggalkan tip, pegawai akan segera mengembalikannya.
Tidak memberi tip pada pegawai restoran mungkin merupakan konsep asing untuk pelanggan di Amerika Serikat, namun hal ini sudah umum dilakukan di Jepang.
Salah satu pemilik restoran, Scott Rosenberg berujar, “Alasan kami memberlakukan larangan pemberian tip adalah berdasarkan apa yang terjadi di Jepang. Kami berpikir, betapa hebatnya bila Anda pergi ke restoran tanpa harus berpikir tentang tip.â€
Sejauh ini, konsep yang telah diberlakukan belum dipahami semua pelanggan. Padahal, didalam menu sudah dituliskan pemberitahuan, “Mengikuti kebiasaan di Jepang, pegawai Sushi Yasuda telah sepenuhnya menerima kompensasi dari gaji mereka. Oleh karenanya, pemberian tip tidak kami terima. Terima kasih.â€
Beberapa pelanggan bahkan mengeluh, jika mereka tahu tentang kebijakan no-tipping, mereka akan memesan sushi lebih banyak.Sushi Yasuda bukan restoran pertama yang menerapkan larangan pemberian tip. Menurut Bloomberg, restoran The Linkery di San Diego dan Austin’s Black Star Co-op telah menerapkan kebijakan ini lebih dulu.
Sumber: food.detik.com
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
