Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
RI-Korea Selatan Latih Ahli Survei Laut, Dorong SDM Kelautan Menuju Ekonomi Biru Berbasis Sains
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 15 Juli 2025 14:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Korea Selatan memperkuat sinergi melalui program pelatihan teknologi survei laut dalam skema Official Development Assistance (ODA) bertajuk Korea-Indonesia Integrated Ocean and Fisheries Technology Training Center (KIOTEC).
Inisiatif ini bertujuan mencetak sumber daya manusia unggul yang menguasai teknologi survei dasar laut, sebagai fondasi menuju ekonomi biru berbasis sains.
Sebanyak 40 mahasiswa pascasarjana penerima beasiswa ODA KIOTEC dari lima perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, serta 8 perwakilan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), mengikuti pelatihan Multibeam Echo Sounder (MBES) yang digelar pada 7-10 Juli 2025 di Kantor KIOTEC, Ancol, Jakarta.
MBES merupakan teknologi pemetaan dasar laut tiga dimensi yang kini menjadi instrumen penting dalam survei hidrografi, pemodelan ekosistem laut, hingga perencanaan pesisir berbasis data. Pelatihan mencakup teori, praktik pengoperasian alat, pengambilan data di laut, serta analisis hasil survei.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pakar nasional, antara lain Wiwin Windupranata dari ITB dan Mochamad Riam Badriana, ahli survei kelautan, bersama tim teknis dari MTCRC. Kegiatan berlangsung secara interaktif, menggabungkan pendekatan akademik dan praktis yang menjembatani riset dengan kebutuhan industri kelautan.
"Pelibatan BPPSDM KP dalam pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis SDM, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk mentransformasikan pendidikan vokasi serta memperluas akses pelatihan di daerah melalui penyuluhan dan kurikulum yang adaptif," ujar Sekretaris BPPSDM KP, Rudi Alek Wahyudin, dalam siaran resmi KKP, Jumat (11/7/2025).
Teknologi Survei Laut Jadi Pilar Ekonomi Biru
Program pelatihan MBES telah memperoleh pengakuan internasional sebagai endorsed Decade Action dalam kerangka United Nations Decade of Ocean Science for Sustainable Development 2021-2030. Endorsement tersebut memperkuat peran program ini dalam peningkatan kapasitas teknologi kelautan melalui pelatihan teknis, pendidikan pascasarjana, kolaborasi riset, dan pertukaran peneliti muda (Early Career Ocean Professionals/ECOPs).
Direktur Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC), Park Hansan, menyatakan program ini mencerminkan kontribusi konkret terhadap penguatan kerja sama bilateral Indonesia-Korea, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam agenda global.
"Pelatihan seperti ini menjawab kebutuhan teknologi kelautan masa kini dan membuka peluang kolaborasi lintas negara untuk menciptakan laut yang inklusif dan berkelanjutan," ungkap Park.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan penguatan kapasitas SDM merupakan faktor kunci dalam implementasi ekonomi biru di Indonesia. Ia menekankan pentingnya harmonisasi antara keberlanjutan ekosistem, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan sosial masyarakat pesisir.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
